Notification

×

Iklan

Cuaca Buruk Lumpuhkan Aktivitas Nelayan Pantai Purus

Kamis, 13 November 2025 | 22:44 WIB Last Updated 2025-11-13T15:47:11Z

Nelayan di Pantai Purus, Kota Padang

Padang, Rakyatterkini.com – Sudah hampir sepekan para nelayan di Pantai Purus, Kota Padang, tidak bisa melaut akibat cuaca buruk yang melanda wilayah pesisir. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang masih berlanjut seiring masuknya musim hujan di Sumatera Barat.

Ketua Pengurus Nelayan Pantai Purus, Nursam Oyong (63) atau akrab disapa Pak Imam, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut sangat berdampak pada mata pencaharian mereka. Aktivitas melaut, katanya, terhenti total selama sepekan terakhir.

“Baru hari ini kami bisa turun ke laut lagi, tapi cuacanya masih tidak stabil. Kadang pagi tenang, sore tiba-tiba ombak besar dan angin kencang,” ujarnya, Rabu (12/11/2025).

Dalam beberapa hari terakhir, lanjut Nursam, gelombang pasang juga sempat membuat air laut naik hingga ke daratan. Para nelayan pun terpaksa mengikat perahu mereka lebih kuat agar tidak terseret arus. 

Bahkan, sebagian nelayan yang nekat melaut akhirnya kembali sebelum sempat mendapatkan hasil tangkapan karena kondisi laut terlalu berisiko.

Menurutnya, penghasilan nelayan sangat bergantung pada hasil tangkapan harian. Dalam kondisi cuaca normal, mereka bisa memperoleh antara 5 hingga 10 kilogram ikan setiap kali melaut. Namun saat cuaca buruk, hasil tangkapan menurun drastis sehingga pendapatan pun ikut merosot.

“Kami biasanya membaca tanda-tanda alam untuk memperkirakan cuaca, tapi belakangan ini laut sulit ditebak. Jadi, kami harus ekstra hati-hati,” jelasnya.

Hal senada disampaikan nelayan lainnya, Aldi Saputra (41), yang juga mengaku sudah hampir seminggu tidak bisa mencari ikan. “Ombaknya besar sekali, jadi kami tidak berani melaut,” katanya.

Aldi menuturkan, sebagian besar masyarakat di kawasan Pantai Purus hanya bergantung pada hasil laut tanpa memiliki pekerjaan sampingan. Kondisi ini membuat banyak nelayan tetap nekat melaut demi memenuhi kebutuhan keluarga meski cuaca tidak bersahabat.

“Kalau tidak turun ke laut, kami tidak punya penghasilan. Biasanya seminggu bisa dapat sekitar Rp1 juta, tapi sekarang paling banyak hanya Rp400 ribu karena jarang melaut,” ungkapnya.

Cuaca ekstrem yang masih terjadi ini tidak hanya menantang keselamatan para nelayan, tetapi juga semakin menekan ekonomi keluarga mereka yang bergantung sepenuhnya pada hasil laut. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update