Notification

×

Iklan

BWS Sumatera V Tinjau Banjir Batang Ulakan

Rabu, 26 November 2025 | 21:45 WIB Last Updated 2025-11-26T14:45:00Z

Kepala BWS Sumatera V, Naryo Widodo, meninjau langsung lokasi banjir

Padang Pariaman, Rakyatterkini.com  — Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, Naryo Widodo, meninjau langsung lokasi banjir di Nagari Kampung Galapuang, Kecamatan Ulakan Tapakis, serta Posko Utama Penanganan Bencana Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (25/11/2025).

Kedatangan Naryo disambut oleh Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, Wakil Bupati Rahmat Hidayat, Sekretaris Daerah, dan jajaran pemerintah daerah.

Dalam peninjauan tersebut, Naryo menjelaskan bahwa penyebab utama banjir adalah tingginya sedimentasi di Batang Ulakan dan muara sungai yang tersumbat, sehingga aliran air tidak mampu menampung debit hujan ekstrem.

“Sedimentasi di Batang Ulakan sudah sangat tinggi, ditambah muara yang tertutup. Penanganan segera diperlukan, terutama di titik pertemuan sungai dan muara. Hasil peninjauan ini akan kami laporkan langsung kepada Menteri PUPR agar menjadi perhatian serius,” ujar Naryo.

Selain memantau kondisi sungai, BWS Sumatera V juga menyalurkan bantuan sembako bagi warga terdampak banjir yang masih berada di lokasi pengungsian. Bantuan ini diterima langsung oleh Bupati Padang Pariaman.

Bupati John Kenedy Azis menegaskan bahwa banjir di Kampung Galapuang disebabkan luapan Batang Ulakan. Pemerintah daerah telah berupaya membuka muara secara swadaya, namun kondisi sedimentasi yang parah membuat aliran air tetap tersumbat.

“Tanpa normalisasi total, banjir akan terus berulang setiap tahun. Sedimentasi sudah parah, ditambah banyak pohon tumbang di sepanjang sungai yang menghambat arus,” kata Bupati.

Sebagai langkah cepat, Pemerintah Daerah bersama BWS akan menangani sedikitnya tiga titik sumbatan sungai melalui pembersihan sedimentasi dan pemotongan pohon yang menghalangi aliran.

Sebelumnya, Direktur Sungai dan Pantai Kementerian PUPR telah meninjau lokasi dan menekankan urgensi normalisasi Batang Ulakan. Pemkab berharap laporan BWS ke tingkat kementerian dapat mempercepat penganggaran program tersebut.

Bupati berharap normalisasi Batang Ulakan dapat mulai dianggarkan pada tahun 2026, mengingat dampaknya tidak hanya dirasakan warga Ulakan Tapakis, tetapi juga masyarakat di Nan Sabaris, 2x11 Enam Lingkung, hingga hilir sungai lainnya.

“Kami berharap normalisasi bisa dilaksanakan mulai tahun 2026. Jika tidak, masyarakat di sepanjang Batang Ulakan akan terus menjadi langganan banjir,” ujarnya.

Selain Batang Ulakan, pemerintah daerah juga meminta perhatian pusat untuk sungai lain seperti Batang Nareh, Batang Kamumuan, Batang Anai, serta kawasan Sikayan yang menghadapi masalah serupa.

Bupati menutup pernyataannya dengan meminta dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Kementerian PUPR.

“Normalisasi Batang Ulakan adalah prioritas utama. Kami sangat berharap dukungan pemerintah pusat agar segera direalisasikan,” tutupnya.(suger)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update