Notification

×

Iklan

BMKG, Cuaca Ekstrem di Sumbar Dipicu Bibit Siklon 95B

Kamis, 27 November 2025 | 12:45 WIB Last Updated 2025-11-27T05:45:00Z



Padang, Rakyatterkini.com — Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Arry Yuswandi, kembali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul pembaruan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Lembaga tersebut memperpanjang peringatan potensi cuaca ekstrem hingga 29 November 2025.

Arry menjelaskan, prakiraan awal BMKG sebelumnya menyebut cuaca ekstrem diperkirakan berlangsung sampai 27 November. Namun, hasil pemantauan terbaru menunjukkan aktivitas cuaca ekstrem di wilayah Sumbar masih terus berlanjut.

“Perkembangan dinamika atmosfer terus kami pantau. Data dari BMKG masuk secara berkala dan menunjukkan durasi cuaca ekstrem lebih panjang dari yang diperkirakan. Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada dan mematuhi arahan petugas di lapangan,” kata Arry di Padang, Rabu (26/11/2025).

Ia menegaskan pentingnya langkah antisipatif dari pemerintah maupun masyarakat. Kesadaran warga untuk mengikuti imbauan BMKG dinilai menjadi kunci dalam mengurangi potensi risiko bencana.

“Kami mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir. Ikuti setiap peringatan dan prosedur yang disampaikan petugas. Keselamatan harus menjadi yang utama,” ujarnya.

Sebelumnya, BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau merilis pembaruan informasi cuaca terkait kondisi atmosfer di Sumbar. BMKG menjelaskan bahwa Bibit Siklon Tropis 95B yang berada di bagian timur Selat Malaka dekat perairan Aceh menyebabkan pertemuan arus angin di wilayah Sumbar.

Situasi tersebut diperkuat oleh fase Indian Ocean Dipole (IOD) negatif yang meningkatkan suplai uap air dan kelembapan, sehingga membuat atmosfer semakin tidak stabil.

Gabungan faktor itu memicu pembentukan awan hujan tebal secara masif dan menyebabkan hujan lebat berdurasi panjang dalam sepekan terakhir.

BMKG memperkirakan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga 29 November 2025, termasuk hujan lebat hingga sangat lebat yang bisa disertai angin kencang. Sejumlah wilayah yang diprediksi terdampak meliputi Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Pasaman, Pesisir Selatan, serta Kota Padang Panjang, Pariaman, dan Padang.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update