Bukittinggi, Rakyatterkini.com – Hari kedua bimbingan teknis (Bimtek) wartawan dan media mitra Pemerintah Kabupaten Tanah Datar berlangsung penuh dinamika dan materi penguatan kompetensi, Kamis (27/11), di Grand Rocky Hotel Bukittinggi.
Pada kesempatan ini, Sekretaris PWI Sumbar, Firdaus Abie, hadir sebagai narasumber utama. Ia menekankan pentingnya etika, integritas, dan sinergi strategis antara media dan kepolisian dalam menjalankan profesi jurnalistik.
Firdaus Abie menegaskan jurnalistik bukan sekadar soal kecepatan penyampaian informasi, tetapi juga soal akurasi dan tanggung jawab publik.
“Seorang wartawan bekerja berdasarkan standar yang jelas. Ada SOP, kode etik, dan tanggung jawab terhadap masyarakat. Di lapangan, jurnalis wajib memahami batasan, menghormati privasi narasumber, dan melakukan verifikasi sebelum mempublikasikan berita,” ujarnya.
Ia juga menyoroti perbedaan mendasar antara media massa dan media sosial. Media massa tunduk pada UU Pers, memiliki mekanisme verifikasi dan redaksi, serta terikat kode etik, sementara media sosial bersifat bebas, tanpa kontrol redaksional, sehingga rentan menyebarkan informasi hoaks atau melanggar etika.
“Wartawan bukan buzzer atau penyebar sensasi. Tugas utama mereka adalah menjaga kredibilitas dan marwah informasi,” tambah Firdaus.
Bimtek ini digelar dengan metode daring melalui zoom, mengingat kondisi jalan yang masih berada dalam status siaga darurat bencana.
Polres setempat menekankan peran media sebagai mitra strategis yang profesional dan berintegritas dalam mendukung penyampaian informasi yang akurat dan terpercaya. (Farid)


