![]() |
| Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra sampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD. |
Sawahlunto, Rakyatterkini.com — Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra menyampaikan jawaban resmi atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD dalam Sidang Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Susi Haryati didampingi Wakil Ketua Jaswandi dan Elfia Rita Dewi, Rabu (26/11/2025).
Dalam pidatonya, Wali Kota menegaskan penyusunan RAPBD 2026 dilakukan secara realistis dan bertanggung jawab, menyikapi penurunan Transfer ke Daerah (TKDD) yang mencapai Rp93 miliar.
Pemko mengakui ketergantungan fiskal daerah mencapai 83%, namun menegaskan komitmen memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui:
- Prinsip kehati-hatian dalam menetapkan target PAD Rp71,66 miliar,
- Digitalisasi dan perbaikan tata kelola pajak–retribusi,
- Optimalisasi aset daerah dan dividen BUMD,
- Advokasi tambahan anggaran ke pemerintah pusat.
Menjawab kritik fraksi terkait dominasi belanja pegawai Rp320,27 miliar, Wali Kota menegaskan alokasi tersebut adalah kewajiban hukum. Pemda siap melakukan penyisiran ulang untuk mengalihkan kelebihan anggaran ke program prioritas.
Belanja modal yang hanya Rp7,96 miliar diarahkan pada proyek strategis, serta Pemkot mulai mengkaji opsi KPBU dan penguatan BUMD sebagai alternatif pembiayaan.
Pemko menjelaskan penggunaan SiLPA Rp41,76 miliar sebagai penyeimbang anggaran sepenuhnya sesuai aturan dan menjadi solusi akibat penurunan pendapatan. Defisit 2026 akan dibahas kembali dalam rapat kerja untuk ditekan ke batas terendah.
Isu Pendidikan, Kesehatan & Layanan Publik. Pemkot menanggapi sejumlah isu strategis:
- Pembentukan Tim Reaksi Cepat dan penguatan layanan kesehatan mental pelajar,
- Pengawasan mutu Program Makan Bergizi Gratis,
- Peningkatan layanan BLUD RSUD dan Puskesmas,
- Optimalisasi event sebagai pemicu ekonomi UMKM,
- Progres Taman Silo menunggu izin PT Bukit Asam,
- Fokus PUPR pada pemeliharaan jalan dan pengamanan aset,
- Kesiapsiagaan bencana bersama Polresta Sawahlunto.
Realisasi belanja APBD hingga 31 Oktober 2025 tercatat 78,50%, tertinggi secara nasional. Pemkot juga melaporkan perkembangan Koperasi Merah Putih, termasuk pelatihan 86 pengurus dan 7 pendamping sambil menunggu pembangunan gerai.
Wali Kota Serukan Kekompakan Hadapi Krisis Fiskal. Wali Kota Riyanda menegaskan bahwa seluruh kritik fraksi merupakan energi positif untuk memperbaiki tata kelola keuangan daerah.
“Anggaran kita sedang tidak baik-baik saja. Namun RAPBD 2026 harus menjadi bukti kekompakan eksekutif dan legislatif dalam menakhodai Sawahlunto melewati badai fiskal."
Ia menegaskan bahwa RAPBD 2026 masih terbuka untuk pembahasan lebih lanjut bersama DPRD. (Benny)


