Notification

×

Iklan

Andre Rosiade: Timnas Milik Rakyat, Bukan Milik PSSI

Kamis, 13 November 2025 | 13:33 WIB Last Updated 2025-11-13T07:15:08Z

Andre Rosiade di podcast-nya dr Richard Lee.

Jakarta, Rakyatterkini.com – Anggota DPR RI sekaligus penasihat tim Semen Padang FC, Andre Rosiade, melontarkan kritik keras terhadap PSSI usai kegagalan Timnas Indonesia U-20 di babak kualifikasi Piala Dunia.

Dalam sebuah podcast bersama dr. Richard Lee, Andre mendesak Ketua Umum PSSI Erick Thohir untuk segera menggelar Rapat Komite Eksekutif (Exco) guna melakukan evaluasi menyeluruh serta menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas keputusan-keputusan yang dinilainya keliru, terutama dalam pemilihan pelatih.

“Timnas ini milik seluruh rakyat Indonesia. Siapa pun berhak memberikan kritik karena tim nasional bukan milik pribadi Ketua Umum atau pengurus PSSI. Saya menyampaikan kritik ini agar ada perbaikan nyata ke depan,” ujar Andre.

Andre menyoroti khusus pemilihan Patrick Kluivert sebagai pelatih. Ia mengaku sempat menahan diri untuk tidak berkomentar selama berbulan-bulan demi menghormati permintaan Erick Thohir agar diberi waktu bagi pelatih tersebut bekerja. Namun, setelah hasilnya tak memuaskan, ia menilai sudah saatnya dilakukan evaluasi terbuka.

“Masalahnya sederhana. PSSI harus berani mengakui kesalahan, menyampaikan permintaan maaf, dan menggelar rapat Exco untuk evaluasi total. Kalau itu dilakukan, publik pasti bisa menerima. Jangan ada ego atau gengsi, karena ini menyangkut kepentingan bangsa,” tegasnya.

Andre bahkan menyebut Kluivert sebagai “pelatih tarkam” karena baru bergabung menjelang pertandingan penting. Menurutnya, keputusan mendatangkan pelatih tanpa persiapan matang menjadi salah satu penyebab kegagalan Timnas U-20.

“Publik berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Harus ada pengakuan dan evaluasi resmi agar kesalahan seperti ini tidak terulang,” kata Andre dalam podcast berjudul “Andre Rosiade Blak-blakan Bahas Timnas, Azizah dan Arhan” yang tayang pada Rabu (12/11/2025).

Selain itu, Andre mengungkap adanya sosok berinisial S yang disebutnya sebagai “manajer di atas manajer”  diduga merupakan agen pelatih  yang memiliki pengaruh besar hingga memangkas kewenangan Manajer Timnas, Sumardji.

Ia mencontohkan, saat pertandingan, Sumardji justru ditempatkan di sudut dekat kitman, sementara sosok berinisial S duduk di area strategis dekat pelatih. “Penataan seperti ini harus menjadi bagian dari evaluasi internal PSSI,” tutur Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) itu.

Andre juga menyinggung pengalaman pribadinya saat diserang netizen karena komentarnya di media sosial mengenai hasil MRI pemain naturalisasi.

“Saya diserang karena dianggap membocorkan hasil MRI pemain. Padahal, itu bukan kapasitas pemain seperti Arhan untuk mengetahui hasil tersebut, melainkan wewenang elit PSSI. Tuduhan itu keliru, dan akhirnya semuanya terbukti,” jelas Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI itu.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update