![]() |
| Utusan Presiden AS Donald Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, merasa dikhianati ketika Israel melancarkan |
Jakarta, Rakyatterkini.com – Utusan Amerika Serikat untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, yang juga menjadi kepala negosiator Presiden Donald Trump, mengaku merasa dikhianati ketika Israel melancarkan serangan terhadap negosiator Hamas di Qatar bulan lalu.
Dalam wawancara bersama Jared Kushner—menantu Trump yang bekerja sama dengannya dalam negosiasi gencatan senjata antara Israel dan Hamas—Witkoff mengungkapkan bahwa dia baru mengetahui serangan di Doha pada 9 September itu keesokan paginya.
Qatar, sebagai sekutu strategis AS, berperan penting sebagai mediator dalam upaya mengakhiri konflik di Gaza.
“Saya rasa baik Jared maupun saya merasa, saya hanya ingin mengatakan, kami merasa sedikit dikhianati,” ujar Witkoff dalam cuplikan wawancara untuk program berita 60 Minutes CBS yang dirilis Jumat. Wawancara lengkap dijadwalkan tayang pada Minggu (19/10/2025).
Serangan Israel tersebut sempat menghentikan proses negosiasi tidak langsung untuk mengakhiri pertempuran di Jalur Gaza, yang pecah setelah serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.
“Serangan ini memiliki efek domino karena Qatar memainkan peran penting dalam negosiasi, begitu juga Mesir dan Turki,” kata Witkoff.
Dia menambahkan, “Kepercayaan Qatar terhadap kami menurun, sehingga Hamas bergerak ke bawah tanah dan sangat sulit dijangkau.”
Trump sebelumnya menulis di media sosial bahwa serangan udara Israel terhadap Doha merupakan keputusan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Meski begitu, Israel dan Hamas akhirnya menerima rencana perdamaian 20 poin yang diajukan Trump, yang mencakup pembebasan sandera Israel dan tahanan Palestina, serta gencatan senjata setelah dua tahun konflik.
Di bawah tekanan Trump selama kunjungan ke Gedung Putih bulan ini, Netanyahu pun menelepon Perdana Menteri Qatar untuk menyampaikan permintaan maaf atas serangan tersebut.(da*)


