Notification

×

Iklan

Pancaroba, BNPB, Cek Cuaca Sebelum Bepergian

Selasa, 21 Oktober 2025 | 18:11 WIB Last Updated 2025-10-21T11:11:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan masyarakat agar selalu memantau prakiraan cuaca sebelum melakukan perjalanan. Peringatan ini disampaikan seiring meningkatnya potensi hujan lebat disertai angin kencang di beberapa wilayah selama masa peralihan musim atau pancaroba.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menekankan pentingnya mengecek kondisi cuaca sepanjang perjalanan. “Sebelum berangkat ke suatu lokasi, pastikan memperhatikan kemungkinan hujan atau angin kencang di perjalanan,” ujar Muhari dalam Disaster Briefing yang disiarkan dari Jakarta, Senin (20/10).

Muhari menjelaskan bahwa beberapa hari terakhir cuaca di sejumlah daerah menunjukkan pola ekstrem: pagi hingga siang panas terik, diikuti hujan deras dan angin kencang pada sore hari. “Biasanya, antara pukul 15.00 hingga 18.00 WIB, setelah panas terik sepanjang pagi-siang, hujan lebat dan angin kencang tiba-tiba muncul,” katanya.

BNPB juga memberikan sejumlah imbauan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh, terutama pengendara sepeda motor, yakni:

Membawa jas hujan.

Tidak berteduh di bawah jembatan atau flyover karena berisiko tinggi dan mengganggu pengguna jalan lain.

Muhari menambahkan, hujan deras pada Oktober hingga awal November biasanya bersifat singkat. Namun, mulai Desember 2025 hingga Februari 2026, hujan diperkirakan berlangsung lebih lama dan berpotensi memicu banjir. Masyarakat pun diingatkan untuk tetap waspada terhadap genangan air dan kemungkinan puting beliung selama masa peralihan musim.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat terkait risiko paparan sinar ultraviolet (UV) dengan intensitas tinggi hingga sangat tinggi di sejumlah wilayah Indonesia selama pancaroba.

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa paparan UV berintensitas tinggi dapat menimbulkan risiko kesehatan jika terpapar langsung dalam waktu lama. “Paparan langsung bisa menyebabkan iritasi kulit dan mata hanya dalam beberapa menit,” ujarnya.

BMKG menyarankan masyarakat untuk:

Menghindari sinar matahari langsung pada pagi hingga siang hari.

Menggunakan pelindung diri seperti topi, jaket, payung, kacamata hitam, dan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update