Padang Pariaman, Rakyatterkini.com– Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, tengah mempersiapkan pembentukan anak perusahaan yang bergerak di bidang air minum dalam kemasan (AMDK). Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan pendapatan daerah dengan memanfaatkan melimpahnya sumber air di wilayah tersebut.
Direktur PDAM Tirta Anai, Aznil Mardin, menyampaikan bahwa pendapatan perusahaan saat ini rata-rata mencapai Rp2,2 miliar per bulan. Dengan adanya usaha AMDK, pihaknya berharap pendapatan perusahaan dapat meningkat secara signifikan.
“Persiapan pembentukan anak perusahaan telah mencapai sekitar 40 persen dan ditargetkan bisa terealisasi tahun depan,” ujar Aznil di Parik Malintang, Minggu (26/10).
PDAM telah melakukan perhitungan kebutuhan modal untuk usaha AMDK, mulai dari skala kecil Rp2,5 miliar, menengah Rp3,5 miliar, hingga besar Rp5,5 miliar. Aznil menyatakan rencana perusahaan bergerak pada skala menengah hingga besar.
Dalam pendanaan, PDAM tidak sepenuhnya bergantung pada APBD atau APBN mengingat keterbatasan anggaran pemerintah. Sebagai alternatif, perusahaan tengah menjajaki pembiayaan melalui pinjaman bank maupun skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
“Negosiasi dengan beberapa bank sudah dilakukan. Kami tinggal memilih opsi cicilan yang paling ringan,” tambahnya.
Memasuki usia ke-35 tahun, PDAM Tirta Anai sedang menjalani transformasi besar, tidak hanya fokus pada peningkatan pendapatan, tetapi juga kualitas layanan pelanggan.
Pada peringatan hari lahir perusahaan, PDAM meluncurkan layanan cepat tanggap bernama “Si Cigin”, untuk menindaklanjuti keluhan pelanggan terkait gangguan pasokan air. Selain itu, PDAM berupaya mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya air, yang saat ini baru digunakan sekitar 33 persen dari potensi yang tersedia.
Untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan, PDAM juga mendorong koperasi internal mengembangkan unit usaha pasar modern, sehingga dapat membuka peluang lapangan kerja baru.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan usaha ini.
“Selain memberikan layanan prima, PDAM juga perlu memikirkan profitabilitas. Usaha AMDK memiliki peluang besar, setidaknya untuk memenuhi kebutuhan instansi pemerintah,” katanya.
Bupati John juga mendorong PDAM meningkatkan jumlah pelanggan dari 29 ribu menjadi 50 ribu agar pelayanan lebih merata dan pendapatan meningkat.
“Kalau jumlah pelanggan bisa mencapai 50 ribu, mungkin jumlah direktur juga bisa bertambah menjadi tiga orang,” selorohnya.(da*)


