Notification

×

Iklan

Militer Israel Kembali Menyerang Selatan dan Timur Lebanon

Senin, 27 Oktober 2025 | 03:08 WIB Last Updated 2025-10-26T20:08:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com– Militer Israel kembali melakukan serangan di wilayah selatan dan timur Lebanon, meski gencatan senjata tengah berlaku. Akibat serangan tersebut, dua orang dilaporkan tewas.

Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan, “Serangan Israel terhadap sebuah mobil di Naqoura, provinsi Tyre, menewaskan satu orang,” dikutip dari AFP, Minggu (26/10/2025). Serangan lain menimpa kendaraan di Nabi Sheet, wilayah Baalbek timur, yang juga menelan satu korban jiwa.

Meskipun gencatan senjata telah berjalan hampir setahun, Israel tetap melakukan serangan yang menurut mereka menargetkan posisi-posisi Hizbullah. Hingga saat ini, militer Israel belum memberikan komentar resmi terkait serangan terbaru ini.

Selain korban tewas, satu orang terluka akibat ledakan sisa bom di kota Aitaroun, selatan Lebanon. Dalam beberapa pekan terakhir, serangan Israel kian intensif, dengan sejumlah operasi mematikan dilaporkan terjadi beberapa hari terakhir.

Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat, dua orang tewas dan satu lainnya luka dalam dua serangan di selatan Lebanon pada Sabtu (25/10). Militer Israel menyatakan, serangan tersebut menargetkan pejuang Hizbullah. Sebelumnya, dua orang tewas pada Jumat, dan empat lainnya, termasuk seorang wanita lansia, meninggal akibat serangan di selatan dan timur Lebanon pada Kamis.

Pekan lalu, seorang pelapor khusus PBB menilai serangan Israel terhadap kendaraan yang diduga milik warga sipil di Lebanon bisa dikategorikan sebagai kejahatan perang. Israel, di sisi lain, menegaskan bahwa sasaran serangan adalah anggota Hizbullah.

Sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata tahun lalu, Israel seharusnya menarik pasukannya dari Lebanon selatan, sementara Hizbullah diwajibkan mundur ke utara Sungai Litani dan membongkar infrastruktur militernya di selatan.

Di tengah tekanan dari Amerika Serikat dan kekhawatiran eskalasi, pemerintah Lebanon mulai bergerak untuk melucuti Hizbullah, langkah yang ditentang oleh gerakan itu beserta sekutunya. Meski gencatan senjata berlaku, Israel tetap menempatkan pasukannya di lima titik strategis perbatasan Lebanon.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update