Notification

×

Iklan

Israel Serang Gaza Selatan, Gencatan Senjata Terancam

Senin, 20 Oktober 2025 | 05:01 WIB Last Updated 2025-10-19T22:01:00Z

Militer Israel meluncurkan serangan udara

Jakarta, Rakyatterkini.com – Militer Israel melancarkan serangan udara dan tembakan artileri ke beberapa target di Gaza selatan, Minggu (19/10/2025). Aksi ini menimbulkan keraguan terhadap efektivitas gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat (AS), sementara Israel menuding Hamas sebagai pihak yang memicu konflik.

Menurut laporan Reuters, serangan ini menjadi ujian terbesar bagi gencatan senjata yang mulai berlaku sejak 11 Oktober lalu, yang kini semakin rapuh.

Militer Israel menyatakan bahwa serangan menargetkan posisi militan di Rafah yang menembaki pasukannya. Dalam operasi itu, terowongan dan fasilitas militer milik kelompok bersenjata dihancurkan.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa negara akan menindak tegas setiap serangan dari Hamas terhadap pasukan mereka.

Di sisi lain, sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, menegaskan tetap berpegang pada kesepakatan gencatan senjata di seluruh Gaza. Mereka mengaku tidak mengetahui adanya bentrokan di Rafah dan belum berkomunikasi dengan kelompok lokal di wilayah itu sejak Maret.

“Kami menegaskan komitmen penuh terhadap semua perjanjian, termasuk gencatan senjata di seluruh Jalur Gaza,” ungkap Brigade Al-Qassam.

Saksi mata melaporkan kepada Reuters, terjadi tembakan tank di kota Abassan dekat Khan Younis, serangan udara di Zawayda, serta ledakan di Deir Al-Balah. Serangan ini menewaskan sedikitnya lima orang, menurut petugas medis Rumah Sakit Al-Aqsa.

Warga di Khan Younis juga melaporkan gelombang serangan udara yang dilancarkan ke Rafah pada Minggu sore. Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya delapan orang tewas akibat serangan Israel dalam 24 jam terakhir.

Seorang pejabat militer Israel menyatakan bahwa Hamas telah melancarkan serangan terhadap pasukan Israel, termasuk granat berpeluncur roket dan serangan penembak jitu, yang menurutnya merupakan pelanggaran gencatan senjata.

Pejabat senior Hamas, Izzat Al Risheq, membantah tudingan tersebut dan menegaskan komitmen kelompoknya terhadap gencatan senjata. Ia menuding Israel telah berulang kali melanggar kesepakatan itu.

Kantor media pemerintah Gaza melaporkan bahwa sejak kesepakatan gencatan senjata, Israel tercatat melakukan 47 pelanggaran, menyebabkan 38 orang tewas dan 143 lainnya terluka.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update