Notification

×

Iklan

Inflasi Rendah, Pertumbuhan Indonesia Tertinggi di G20

Senin, 20 Oktober 2025 | 06:44 WIB Last Updated 2025-10-20T01:11:37Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan berbagai capaian positif di bidang ekonomi. Stabilitas makro terjaga, daya saing meningkat, dan indikator kesejahteraan masyarakat menunjukkan perbaikan yang nyata.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi nasional pada Triwulan II 2025 mencapai 5,12 persen, termasuk yang tertinggi di antara negara anggota G20. Inflasi tetap rendah di 2,65 persen (yoy), sementara defisit APBN hanya 1,56 persen dari PDB.

“Saya memperkirakan pertumbuhan akan sedikit melambat pada triwulan ketiga, namun akan kembali meningkat pada triwulan keempat,” kata Purbaya, Sabtu (18/10/2025).

Penguatan ekonomi ini juga didukung pengelolaan kas negara yang strategis, termasuk penempatan dana Rp200 triliun di Bank Himbara untuk meningkatkan likuiditas dan produktivitas. “Dampaknya mulai terlihat. Sistem yang sebelumnya kering kini lebih mengalir, sehingga mendorong optimisme ekonomi,” ujar Purbaya.

Di sektor perdagangan, Indonesia berhasil mencatat surplus neraca perdagangan selama 64 bulan berturut-turut, dengan pertumbuhan ekspor mencapai 45,8 persen pada periode Januari–September 2025.

Sementara itu, tingkat pengangguran menurun menjadi 4,76 persen (Februari 2025), terendah sejak krisis 1998. Angka kemiskinan juga mencapai rekor terendah, yakni 8,47 persen per Maret 2025. Pasar keuangan merespons positif kinerja ekonomi ini; Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat rekor tertinggi 8.257,86 pada 10 Oktober 2025.

“Kami memperkuat fondasi ekonomi secara serius. Saya berkomitmen menggunakan seluruh pengalaman dan pengetahuan untuk membangun pondasi jangka panjang,” tegas Menkeu.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menambahkan, APBN memegang peran penting dalam mendukung pertumbuhan dan menjalankan Asta Cita, delapan program prioritas Presiden Prabowo, termasuk ketahanan pangan, energi, Makan Bergizi Gratis (MBG), pendidikan, kesehatan, UMKM, pertahanan semesta, dan percepatan investasi.

“APBN adalah instrumen utama untuk mencapai tujuan nasional. Kami kelola agar cukup fleksibel mendukung berbagai program baru seperti MBG, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Desa Merah Putih,” kata Suahasil dalam acara “1 Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran” di Jakarta (16/10).

Pemerintah juga mengalokasikan lebih dari Rp400 triliun untuk pembangunan infrastruktur di sektor konektivitas, pertanian, transportasi, dan kawasan nelayan. Suahasil menekankan, sekitar 86 persen aktivitas ekonomi bersumber dari dunia usaha dan masyarakat, sementara kontribusi APBN hanya sekitar 14 persen.

“Karena itu, APBN harus ditempatkan secara strategis agar mendorong sektor swasta dan menciptakan iklim investasi yang sehat,” ujarnya. Menurutnya, peningkatan investasi bergantung pada kepastian hukum, reformasi struktural, penguatan sumber daya manusia, serta pembangunan infrastruktur dan logistik yang mendukung pertumbuhan jangka panjang.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update