Jakarta, Rakyatterkini.com – Menurut laporan Sky Sport Italia, gelandang asal Belgia itu tidak lagi sekadar menjadi “pencipta peluang utama” seperti saat membela Manchester City. Kini, De Bruyne bertransformasi menjadi roaming playmaker — pemain bebas yang bertugas mengatur tempo permainan dan membangun serangan dari berbagai sisi lapangan.
Sejak berseragam Partenopei, De Bruyne menunjukkan sisi berbeda dari gaya khasnya. Dalam sembilan laga awal bersama Napoli, ia sudah mencetak tiga gol dari tujuh pertandingan Serie A — seluruhnya melalui situasi bola mati — serta menorehkan dua assist di dua laga Liga Champions.
Pergeseran Peran di Bawah Conte
Sky Sport Italia mencatat, perubahan strategi yang diterapkan Antonio Conte membuat De Bruyne kini lebih aktif dalam fase build-up ketimbang hanya menjadi pengumpan terakhir. Dampaknya, jumlah tembakan yang dilepaskannya meningkat, sementara produktivitas assist mengalami penurunan tajam dibanding masa kejayaannya bersama Manchester City.
Selama delapan musim di bawah Pep Guardiola, De Bruyne dikenal sebagai otak serangan The Citizens dan mesin pencetak assist yang tak tergantikan. Kini, di Napoli, ia justru lebih banyak terlibat sejak awal proses serangan — menghubungkan lini tengah dan depan serta membuka ruang bagi pemain sayap untuk menembus area kotak penalti. Namun, perubahan itu membuat kontribusi langsungnya dalam bentuk umpan gol berkurang.
Adaptasi di Sepak Bola Italia
Dalam sembilan penampilannya di semua kompetisi, jumlah tembakan De Bruyne ke arah gawang meningkat pesat dibanding rata-rata musim lalu di City. Meski demikian, catatan peluang yang ia ciptakan masih belum seproduktif sebelumnya. Pergeseran ini disebut sebagai bagian dari adaptasi terhadap gaya bermain Serie A yang dikenal lebih taktis dan defensif.
Di bawah arahan Conte, De Bruyne juga dituntut bermain lebih fleksibel — tak hanya menjadi pengatur ritme, tapi juga membantu tekanan tinggi terhadap lawan. Meski torehan assist menurun, kontribusinya tetap vital. Tiga gol dari bola mati membuktikan akurasi serta visi bermainnya masih menjadi senjata utama. Dua assist di Liga Champions juga menegaskan bahwa pengaruhnya di panggung Eropa belum pudar.
Strategi Jangka Panjang Napoli
Transformasi peran ini diyakini sebagai strategi jangka panjang Napoli untuk menyeimbangkan permainan. De Bruyne kini lebih berperan sebagai arsitek serangan dan pengatur tempo dibanding sekadar penyedia umpan matang bagi rekan setim.
Dengan pengalaman dan kecerdasan taktisnya, De Bruyne dinilai memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa. Sky Sport Italia bahkan menilai, perubahan gaya bermain ini bisa memperpanjang kariernya di level elite karena ia kini lebih mengandalkan visi dan kontrol permainan ketimbang intensitas fisik.
Napoli akan menghadapi PSV Eindhoven pada laga Liga Champions berikutnya, setelah sebelumnya kalah 0–1 dari Torino di Serie A. Dalam duel penting tersebut, Kevin De Bruyne diprediksi menjadi sosok kunci kebangkitan Partenopei — bukan lagi sebagai raja assist, melainkan sebagai pengatur utama ritme permainan di lini tengah.(da*)


