Notification

×

Iklan

BUMA GP Ansor Satukan Langkah, Bangun Ekonomi Berbasis Potensi Lokal

Senin, 20 Oktober 2025 | 16:54 WIB Last Updated 2025-10-20T09:54:59Z

Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Solok Selatan, Fitriyoni, bersama Ketua PW GP Ansor DKI, Muhammad Ainul Yakin.

Bandung, Rakyatterkini.com — Gelora semangat kemandirian ekonomi menggema dari Kota Bandung, Jawa Barat, dalam sebuah pertemuan strategis yang melibatkan para Kepala Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) dari seluruh Indonesia. 

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Gerakan Pemuda Ansor, yang digelar pada 17–19 Oktober 2025.

Dihadiri oleh para Ketua Pimpinan Wilayah (PW) dan Direktur BUMA dari berbagai provinsi, forum ini bertujuan memperkuat jejaring usaha lintas daerah, memacu kolaborasi ekonomi antarwilayah, serta merumuskan langkah konkret pengembangan usaha kader berbasis potensi lokal.

Dari Sumatera Barat, hadir langsung Chaydirul Yahya, Ketua PW GP Ansor Sumbar, dan Fitriyoni, Direktur BUMA Sumbar yang juga menjabat sebagai Ketua PC GP Ansor Solok Selatan. Keduanya menjadi representasi komitmen GP Ansor Sumbar dalam memperkuat peran BUMA sebagai motor penggerak ekonomi kader dan organisasi.

“Pertemuan ini adalah momentum strategis. Kolaborasi adalah kunci. Kita harus menciptakan ekosistem ekonomi kader yang solid untuk kemandirian dan kesejahteraan warga Nahdliyin,” tegas Chaydirul Yahya.

Fitriyoni menambahkan bahwa BUMA bukan sekadar unit usaha, tetapi bagian dari sistem yang menopang semangat kemandirian organisasi.

“Kita ingin membangun sistem ekonomi kader yang berjejaring, terukur, dan berdampak luas. Banyak insight dan best practice dari daerah lain yang sangat relevan untuk diterapkan di Sumbar, khususnya Solok Selatan,” ungkapnya, Senin (20/10/2025).

Pertemuan nasional ini membahas sejumlah agenda penting, antara lain, strategi peningkatan kapasitas usaha kader, penguatan sistem manajemen BUMA, peluang kolaborasi dengan sektor swasta dan pemerintah daerah, model pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Lewat forum ini, GP Ansor menegaskan peran barunya sebagai penggerak ekonomi kader muda Nahdliyin, tak hanya dalam bidang dakwah dan sosial, tetapi juga secara profesional dalam pembangunan ekonomi umat.

Dengan semangat baru yang dibawa pulang dari Bandung, para penggerak Ansor daerah kini memiliki amunisi segar untuk menggerakkan roda ekonomi berbasis kader di daerah masing-masing membuktikan bahwa kemandirian bukan sekadar slogan, melainkan gerakan nyata. (aby)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update