Agam, Rakyatterkini.com – Sejak tahun 2017 hingga 2025, Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Latihan Kerja (UPTD BLK) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, telah memberikan pelatihan keterampilan kepada 2.656 warga. Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi masyarakat agar mampu bersaing di dunia usaha maupun industri.
Kepala UPTD BLK Agam, Haris Priadi, mengungkapkan bahwa pelatihan rutin digelar setiap tahun dengan beragam materi, mulai dari digital marketing, pembuatan roti dan kue, tata rias, bahasa Jepang, hingga pelatihan merangkai hantaran.
"Setiap tahun kami menyelenggarakan pelatihan. Untuk tahun ini, jumlah peserta mencapai 64 orang," ujar Haris di Lubuk Basung, Senin (4/8).
Pelatihan dilaksanakan dalam bentuk paket, masing-masing berisi 16 peserta. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon peserta antara lain fotokopi KTP, ijazah terakhir, serta kemampuan baca tulis. Untuk pelatihan bahasa Jepang, peserta wajib minimal lulusan SMA atau SMK.
Beberapa program pelatihan juga menyediakan fasilitas penginapan, tergantung pada jenis pelatihan yang diikuti. Seluruh kegiatan ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Agam serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Instruktur dalam pelatihan ini berasal dari BLK Agam maupun dari UPTD BLK kabupaten/kota lain di Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan mendapatkan sertifikat serta perlengkapan pendukung.
“Tujuan utama dari pelatihan ini adalah mempersiapkan masyarakat agar siap masuk dunia kerja atau bahkan mampu membuka usaha secara mandiri,” jelas Haris.
Dari hasil evaluasi, sekitar 60 persen lulusan program pelatihan BLK Agam telah berhasil menciptakan lapangan kerja baru di wilayah masing-masing.(da*)


