![]() |
| Ketua PN Sawahlunto, Tofan Pattimura |
Sawahlunto, Rakyatterkini.com — Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap maraknya penipuan berkedok lelang mobil mewah seperti Pajero dan Fortuner yang beredar melalui akun palsu di Facebook.
Dalam modus terbaru ini, para pelaku bahkan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meyakinkan calon korban.
Sebuah peringatan resmi beredar dari warga yang identitasnya dicatut oleh akun palsu tersebut. Dalam imbauannya, ia menyampaikan bahwa akun Facebook yang mengatasnamakan dirinya adalah tidak sah dan merupakan akun palsu. Akun tersebut memanfaatkan foto dan informasi pribadi untuk memuluskan aksinya dalam menawarkan kerja sama lelang kendaraan.
“Hati-hati, akun Facebook tersebut palsu! Jangan mudah percaya jika ada yang menawarkan kerja sama lelang mobil Pajero atau Fortuner. Itu penipuan,” tegas Ketua PN Sawahlunto, Topan Pattimura dalam unggahan peringatan yang akun FBnya dicatut untuk penipuan.
Menurut korban pencatutan identitas, dirinya sudah lama tidak aktif di Facebook, sehingga kehadiran akun baru yang mengklaim sebagai dirinya patut dicurigai sebagai bagian dari jaringan penipuan siber. Ia pun meminta kepada seluruh masyarakat agar tidak menerima permintaan pertemanan dari akun mencurigakan tersebut.
“Saya sudah lama tidak eksis di Facebook. Bila ada yang mengatasnamakan saya, jelas itu akun palsu. Mohon bantuannya untuk memblokir akun tersebut dan laporkan ke pihak berwajib,” ujarnya.
Imbauan juga ditujukan kepada pihak berwenang dan aparat siber untuk segera melacak keberadaan akun palsu dimaksud serta menindak tegas pelaku yang meresahkan masyarakat. Mengingat penggunaan teknologi AI dalam membangun kredibilitas akun palsu kini semakin canggih, maka pengawasan digital dinilai perlu ditingkatkan.
“Kami minta kepada petugas terkait agar menelusuri dan menindak akun Facebook palsu ini. Jangan biarkan masyarakat jadi korban penipuan digital,” tegasnya lagi.
Masyarakat diminta untuk lebih jeli dan kritis sebelum mempercayai tawaran-tawaran mencurigakan di media sosial, terutama yang melibatkan transaksi uang atau kerja sama bisnis yang terdengar terlalu menggiurkan.
Tips menghindari penipuan daring:
- Jangan mudah percaya dengan akun baru yang menawarkan kerja sama bisnis.
- Selalu periksa kembali keaslian akun melalui konfirmasi langsung ke pemilik identitas asli.
- Laporkan dan blokir akun mencurigakan ke pihak Facebook.
- Jika menjadi korban, segera buat laporan ke aparat kepolisian atau lembaga perlindungan konsumen.
(Ris1)


