Notification

×

Iklan

Tragedi Berdarah di Bangkok, 5 Orang Tewas Ditembak

Selasa, 29 Juli 2025 | 10:33 WIB Last Updated 2025-07-29T03:33:00Z

Kepolisian Thailand masih mendalami motif penembakan yang menewaskan 5 orang

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kepolisian Thailand masih menyelidiki secara intensif insiden penembakan tragis yang menewaskan lima orang di Pasar Or Tor Kor, Distrik Chatuchak, Bangkok, pada Senin (28/7/2025). 

Pelaku yang melakukan aksi tersebut kemudian mengakhiri hidupnya sendiri, sehingga total korban jiwa menjadi enam orang.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.31 waktu setempat itu juga mengakibatkan tiga orang lainnya mengalami luka-luka.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku diketahui bernama Noi, pria berusia 60 tahun yang merupakan mantan pedagang di pasar tersebut. Ia disebut-sebut pernah terlibat konflik dengan petugas keamanan pasar. 

Dari lima korban yang tewas, empat di antaranya adalah petugas keamanan, sementara satu lainnya adalah pedagang perempuan di lokasi tersebut.

Kepala Kepolisian Thailand, Jenderal Kitrat Phanphet, telah menginstruksikan Kepolisian Metropolitan Bangkok (MPB) untuk mengusut tuntas kejadian ini dari berbagai aspek. Ia menekankan pentingnya pengumpulan bukti secara menyeluruh, termasuk rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), guna mengungkap motif sebenarnya serta potensi keterkaitan lain di balik aksi brutal ini.

Kitrat juga menegaskan bahwa seluruh informasi resmi harus disampaikan langsung oleh pihak kepolisian untuk mencegah munculnya spekulasi liar di publik.

Meski konflik antara pelaku dan petugas keamanan pasar menjadi salah satu dugaan kuat, aparat belum memastikan apakah hal tersebut merupakan motif utama. Polisi kini tengah menggali keterangan dari sejumlah saksi di lokasi.

Di sisi lain, influencer sekaligus aktivis kemanusiaan Guntouch Pongpaiboonwet menyatakan bahwa penembakan terjadi di dekat posko penggalangan dana miliknya, yang didirikan untuk membantu korban konflik antara Thailand dan Kamboja.

Guntouch, yang selama ini aktif menggalang bantuan bagi warga terdampak konflik perbatasan, menduga bahwa poskonya memang menjadi target serangan. 

Dugaan ini memperkuat spekulasi bahwa insiden tersebut mungkin memiliki kaitan dengan eskalasi konflik militer Thailand-Kamboja, apalagi kejadian itu berlangsung menjelang rencana penandatanganan kesepakatan gencatan senjata yang sedang dirundingkan di Malaysia.

“Kami tidak pernah menyangka akan menjadi target kekerasan. Ini sungguh tragis dan mengejutkan,” ungkap Guntouch dalam sebuah video yang diunggah ke media sosial.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update