Notification

×

Iklan

Susu Lokal Jadi Prioritas Program MBG, Kementan Genjot Produksi Lewat P2SDN

Kamis, 31 Juli 2025 | 08:15 WIB Last Updated 2025-07-31T01:15:00Z

Dirjen PKH, Agung Suganda.

Sleman, Rakyatterkini.com – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengakselerasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memastikan susu segar dalam negeri (SSDN) menjadi bahan utama. 

Langkah ini sejalan dengan visi besar pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan dan pemenuhan gizi nasional, terutama bagi generasi muda.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menyampaikan bahwa potensi sektor persusuan nasional sangat besar, meski populasi sapi perah masih terbatas dan sebagian besar dikelola oleh peternak rakyat.

Produksi susu nasional perlu digenjot. Kami dukung lewat teknologi, pelatihan, perbaikan manajemen pakan, serta melibatkan anak muda dan kemitraan industri, kata Agung saat berkunjung ke Koperasi Sapi Merapi Sejahtera (SAMESTA), Selasa (29/7/2025), di Sleman, Yogyakarta.

Kementan saat ini mengusung Program Peningkatan Produksi Susu dan Daging Nasional (P2SDN) sebagai proyek strategis nasional dalam RPJMN 2025–2029. Program ini fokus pada percepatan populasi sapi perah, peningkatan kualitas genetik, inseminasi buatan, hingga impor sapi perah untuk memperkuat stok nasional.

“Kami sedang menanti Instruksi Presiden (Inpres) untuk mempercepat produksi susu dan daging nasional. Ini akan memperkuat sinergi lintas sektor dan mempercepat target swasembada susu,” tambah Agung.

Langkah ini juga ditopang dengan kerja sama dunia usaha. Hingga akhir Juli 2025, Kementan mencatat 11.375 ekor sapi perah telah dimasukkan ke dalam negeri—angka tertinggi dalam dua dekade terakhir. Tahun ini, total 48.754 ekor sapi perah dan 52.514 ekor sapi pedaging dijadwalkan masuk ke Indonesia.

Dukungan kuat juga datang dari sektor swasta. Karyanto Wibowo, Senior Director Public Affairs and Sustainability Danone Indonesia, menegaskan keterlibatan pihaknya dalam pembangunan fasilitas pasteurisasi dan penyusunan petunjuk teknis program MBG.

“Kami tidak hanya hadir lewat fasilitas, tapi juga aktif dalam riset bersama pemerintah agar MBG tepat sasaran dan berdampak langsung,” ujarnya.

Sementara itu, Ruslan Semesta, Ketua Koperasi SAMESTA, menyatakan kesiapan pihaknya dalam menyokong program MBG. Koperasi yang berdiri sejak 2016 ini telah mengembangkan berbagai unit usaha, mulai dari produksi susu, pengolahan pakan, budidaya sapi perah, hingga edukasi wisata peternakan.

“Kami terus berinovasi demi kesejahteraan anggota. Kolaborasi dengan Danone, Sari Husada, dan Rumah Energi melalui program FRESH sangat membantu, mulai dari fasilitas produksi, pakan silase, bibit sapi, hingga biogas,” tutur Ruslan.

Dengan peran aktif pemerintah, swasta, dan koperasi lokal, harapan untuk menjadikan susu lokal sebagai tulang punggung Program Makan Bergizi Gratis kini semakin nyata. Tidak hanya soal gizi, tetapi juga soal kemandirian pangan dan pemberdayaan desa.

Melalui program P2SDN dan sinergi lintas sektor, Indonesia menegaskan langkah besarnya menuju swasembada protein hewani, demi masa depan yang lebih sehat dan mandiri. (Ris1)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update