Notification

×

Iklan

Sarapan Bersama Jadi Simbol Kolaborasi ASN Sumbar

Kamis, 31 Juli 2025 | 20:00 WIB Last Updated 2025-07-31T13:54:13Z

Sarapan Bersama


Padang, Rakyatterkini.com – Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memperkenalkan inovasi baru dalam membangun budaya kerja yang lebih humanis, harmonis, dan kolaboratif di lingkungan birokrasi.

Inovasi tersebut diberi nama SARASA (Sarapan Bersama ASN), yang digagas langsung oleh Kepala Biro, Ezeddin Zain. Meski sederhana, program ini dinilai mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kinerja dan kekompakan antarpegawai.

Ezeddin menjelaskan, SARASA bukan sekadar agenda makan pagi, tetapi wadah informal yang dirancang untuk mempererat hubungan antarsesama aparatur sipil negara. Sejak pertama kali dilaksanakan pada Agustus 2024, kegiatan ini rutin digelar setiap Jumat di awal bulan.

“SARASA ini murni atas inisiatif internal, tidak menggunakan dana APBD sama sekali. Seluruh konsumsi disediakan secara sukarela dan bergilir oleh kelompok pegawai yang ingin berpartisipasi,” ujar Ezeddin di Padang, Jumat (31/7/2025).

Menurutnya, SARASA menjadi ruang yang cair dan terbuka, di mana sekat-sekat struktural mulai memudar, digantikan suasana kolegial yang mendukung kerja sama dan komunikasi lintas bidang.

“Konsepnya sederhana, tapi dampaknya luar biasa. Pegawai bisa saling berbagi cerita dan pengalaman dalam suasana santai. Ini penting agar biro tidak hanya berjalan efisien secara sistem, tapi juga sehat secara sosial,” tambahnya.

Ezeddin menuturkan, gagasan ini muncul dari kegelisahan terhadap rutinitas birokrasi yang mulai terasa kaku dan minim interaksi. SARASA hadir sebagai jawaban untuk memperkuat keterhubungan antarsumber daya manusia melalui cara yang menyenangkan dan mudah diterima.

Tak hanya sekadar sarapan, kegiatan ini juga menjadi medium internalisasi nilai-nilai ASN BerAKHLAK, terutama dalam hal kolaborasi, adaptasi, dan keharmonisan. Nilai-nilai tersebut diterapkan langsung dalam interaksi sehari-hari, menjadikan SARASA lebih dari sekadar program rutin.

Yang menarik, SARASA tidak membutuhkan infrastruktur rumit atau teknologi canggih. Kesederhanaan justru menjadi kekuatan utama yang membuatnya mudah diterapkan oleh biro atau OPD lain di lingkungan Pemprov Sumbar.

Kini, SARASA mulai dikenal sebagai ikon baru budaya kerja positif di lingkup Setda Provinsi Sumatera Barat. Ezeddin pun berkomitmen untuk terus mengembangkan program ini agar tak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga sarana menyerap ide, memperkuat motivasi, dan menyemai semangat gotong royong.

“Perubahan besar tak selalu datang dari kebijakan besar. Kadang, cukup dari hal kecil seperti makan pagi bersama, yang mampu membangun rasa memiliki dan semangat kolektif di tempat kerja,” tutupnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update