Notification

×

Iklan

Program Strategis Nasional Sentuh Pasia Nan Tigo Tahun Ini

Kamis, 31 Juli 2025 | 14:01 WIB Last Updated 2025-07-31T07:01:00Z

Wawako Padang, Maigus Nasir memberikan kata sambutan


Padang, Rakyatterkini.com — Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, terpilih sebagai salah satu dari sepuluh wilayah di Indonesia yang masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN) untuk penataan kawasan kumuh tahun 2025.

Dalam tahap awal pelaksanaan program ini, pemerintah pusat mengucurkan dana sebesar Rp9,9 miliar untuk melakukan penataan terhadap area seluas 15 hektare, dari total 30 hektare yang diusulkan.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyampaikan rasa syukurnya atas disetujuinya program tersebut untuk wilayahnya. Ia juga mengapresiasi dukungan dari Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, yang telah mengawal proses pengusulan ini hingga disetujui oleh pemerintah pusat.

"Alhamdulillah, kawasan Pasia Nan Tigo akan segera ditata secara menyeluruh. Atas nama Pemerintah Kota Padang, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Zigo Rolanda yang telah memperjuangkan usulan ini di tingkat pusat," ungkap Maigus dalam pertemuan yang berlangsung di Pasia Nan Tigo, Rabu (30/7/2025).

Ia berharap program ini mendapat dukungan dari seluruh unsur masyarakat, mulai dari RT, RW, LPM hingga aparat kelurahan, agar proses pengerjaan dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu.

"Nilai bantuan yang kita terima sangat besar, Rp9,9 miliar. Ini harus dijaga dan dimanfaatkan sebaik mungkin. Mari jadikan ini sebagai hadiah bagi Kota Padang yang akan merayakan hari jadinya ke-356," tambahnya.

Sementara itu, Zigo Rolanda menegaskan bahwa penanganan kawasan kumuh merupakan salah satu prioritas nasional Presiden RI Prabowo Subianto. Kota Padang berhasil masuk sebagai penerima program berkat keseriusan pemerintah daerah dalam mengajukan usulan secara langsung.

"Usulan ini disampaikan langsung oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota kepada kami. Kami teruskan ke Kementerian PUPR, dan akhirnya disetujui. Ini bentuk nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah," ujarnya.

Zigo juga menjelaskan, dari seluruh provinsi di Indonesia, hanya 10 daerah yang lolos seleksi program ini. Di Sumatera Barat, hanya Kota Padang dan Kabupaten Dharmasraya yang terpilih.

"Saat ini baru bisa dikerjakan 15 hektare dari total 30 hektare. Jika pelaksanaan tahap pertama sukses, kami akan perjuangkan sisanya agar bisa dilanjutkan," tuturnya.

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (P3KP) Sumatera III, Yenni Sofyan Mora, menjelaskan bahwa pelaksanaan proyek akan dimulai pada pertengahan September 2025 dan ditargetkan rampung dalam tiga bulan.

"Dana sebesar Rp9,9 miliar akan digunakan untuk membangun sistem drainase, jalan lingkungan, fasilitas pengelolaan sampah TPS3R, 52 unit sanitasi, 12 unit perbaikan rumah, serta penyediaan ruang terbuka hijau, penerangan jalan, dan pembangunan gapura kawasan," terang Yenni.

Ia menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari target nasional pembangunan 3 juta rumah, dengan fokus pada kawasan pesisir, perkotaan, dan pedesaan. Untuk itu, kerja sama dan dukungan aktif masyarakat sangat dibutuhkan.

"Jika program ini berjalan lancar dan mendapat dukungan penuh dari warga, bukan tidak mungkin kawasan kumuh bisa kita nolkan," harapnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update