![]() |
| Seorang ayah mendampingi anak laki-lakinya yang sedang bermain, di Tokopedia Tower, Jakarta, Sabtu (23/9/2023) |
Jakarta, Rakyatterkini.com – Kurangnya kedekatan emosional dan komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak menjadi salah satu pemicu utama anak terlibat dalam perilaku kriminal. Hal ini diungkapkan oleh psikolog anak dan keluarga, Sani B. Hermawan.
"Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat, dengar, dan alami setiap hari. Ketika nilai-nilai dari orang tua tidak tersampaikan dengan baik, mereka cenderung lebih mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar, termasuk pengaruh negatif," ujar Sani, lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, saat diwawancarai di Jakarta, Senin (22/7/2025).
Sebagai Direktur Lembaga Psikologi Daya Insani, Sani menegaskan bahwa anak-anak belum memiliki kemampuan berpikir matang untuk membedakan mana yang benar dan salah. Minimnya pendampingan keluarga memperburuk situasi tersebut.
"Kurangnya kegiatan bersama keluarga membuat nilai-nilai moral dan sosial yang seharusnya ditanamkan sejak dini justru tidak tersampaikan. Akibatnya, anak lebih mudah menyerap pengaruh negatif dari media atau teman sebaya," jelasnya.
Ia juga menyoroti lemahnya pendidikan emosional dalam keluarga, yang menyebabkan anak kesulitan mengendalikan diri saat menghadapi tekanan, rasa frustrasi, atau keinginan yang tidak terpenuhi.
"Jika anak tidak diajarkan cara menghadapi kekecewaan atau mengelola emosi, mereka bisa menunjukkan perilaku agresif, bahkan terlibat dalam tindak kekerasan atau kriminal," tambahnya.
Sani menekankan pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter anak sejak dini, termasuk melalui pendekatan spiritual dan psikologis sebagai langkah preventif.
Ia juga mendorong orang tua untuk menjalin kerja sama dengan pihak sekolah, memantau pergaulan anak, dan menciptakan komunikasi yang terbuka serta hangat di rumah.
"Ketika orang tua memahami kondisi anak dan apa yang sedang dialaminya, maka risiko anak terjerumus ke dalam tindakan menyimpang dapat diminimalisir," tutup Sani.(da*)


