Notification

×

Iklan

Lulusan Jayanusa Dibekali Keterampilan Digital Siap Kerja

Kamis, 31 Juli 2025 | 19:00 WIB Last Updated 2025-07-31T12:00:00Z

Lulusan Jayanusa Dibekali Keterampilan Digital

Jakarta, Rakyatterkini.com – Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) serta Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Jayanusa resmi membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk tahun ajaran 2025. 

Kesempatan ini terbuka bagi lulusan SMA/SMK dan sederajat, termasuk mereka yang belum berhasil lolos dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) atau menghadapi kendala lain dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Berlokasi di Jalan Damar No. 69E, Padang, STMIK–AMIK Jayanusa menawarkan tiga program studi unggulan, yaitu S1 Sistem Komputer, S1 Sistem Informasi, dan D3 Manajemen Informatika. Ketiga program tersebut dirancang untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja.

Materi perkuliahan di kampus ini mencakup berbagai bidang teknologi mutakhir, seperti pemrograman, keamanan jaringan, teknologi berbasis web, basis data, kecerdasan buatan (AI), pengolahan citra digital, komputasi bergerak (mobile computing), Internet of Things (IoT), hingga aplikasi multimedia.

Ketua Yayasan Bina Manajemen Informatika STMIK–AMIK Jayanusa, Irwan Kinun, SE.Akt, M.Kom, menyatakan bahwa para lulusan kampus ini sangat dibutuhkan di berbagai sektor, baik industri, pemerintahan, maupun jasa. Hal ini sejalan dengan pesatnya perkembangan teknologi digital serta meningkatnya permintaan tenaga kerja berketerampilan tinggi di bidang tersebut.

“Banyak alumni kami yang sukses berkarier di perusahaan, dan tak sedikit pula yang memilih jalur wirausaha dengan modal ilmu teknologi yang diperoleh selama kuliah,” ujarnya.

Keunggulan utama STMIK–AMIK Jayanusa terletak pada kurikulumnya yang adaptif terhadap kebutuhan industri, menggabungkan pembelajaran teori dan praktik, serta didukung oleh pengajar profesional lulusan S2 dan S3 dari dalam maupun luar negeri.

Selain penguasaan teknis (hard skills), mahasiswa juga dibekali dengan keterampilan lunak (soft skills) seperti komunikasi, kepemimpinan, dan kewirausahaan. Kemampuan ini diasah melalui kegiatan pelatihan, seminar, workshop, hingga studi banding ke perusahaan mitra.

“Kami juga bekerja sama dengan perusahaan global seperti Cisco, Oracle, Microsoft, Mikrotik, dan EC-Council dalam penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi internasional. Ini menjadi nilai tambah bagi para lulusan saat memasuki dunia kerja,” tambah Irwan.

Ketua STMIK Jayanusa, Imam Gunawan, menjelaskan bahwa mahasiswa juga berkesempatan untuk mengikuti perkuliahan dari dosen tamu yang berasal dari universitas terkemuka, seperti Universitas Atma Jaya Jakarta, Universitas Raharja Tangerang, Binus University, Telkom University Bandung, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, serta dari lembaga riset nasional seperti BRIN.

“Ini merupakan bagian dari implementasi visi Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi, yang mendorong perguruan tinggi untuk menjadi lebih berdampak terhadap masyarakat, industri, dan pengembangan ekosistem inovasi nasional,” jelasnya.

STMIK–AMIK Jayanusa memproyeksikan bahwa lulusan mereka memiliki peluang karier yang luas, baik di dalam negeri maupun di level internasional, di negara-negara seperti Jepang, Australia, Malaysia, hingga Amerika Serikat. Profesi yang dapat digeluti mencakup software developer, IT support, database administrator, network engineer, programmer, dan lainnya.

Laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum menyebutkan bahwa 36% keterampilan inti tenaga kerja akan mengalami perubahan dalam lima tahun mendatang. Di Asia Tenggara sendiri, sekitar 60% perusahaan mengakui adanya kesenjangan keterampilan digital, jauh di atas rata-rata global sebesar 23%.

Di Indonesia, Kementerian Kominfo memprediksi kebutuhan sekitar 12 juta talenta digital tambahan hingga tahun 2030, guna mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional yang diperkirakan mencapai nilai US\$ 220 hingga 360 miliar.

Sementara itu, studi dari MDPI memperkirakan bahwa Indonesia membutuhkan setidaknya 600.000 tenaga digital per tahun untuk mengisi posisi strategis seperti pengembang aplikasi web dan mobile, administrator basis data, hingga spesialis keamanan siber. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update