Notification

×

Iklan

Kementan Gelar Forum Konsultasi Publik, BBIB Singosari Tegaskan Komitmen Layanan Prima

Selasa, 22 Juli 2025 | 08:47 WIB Last Updated 2025-07-22T01:47:26Z

Forum Konsultasi Publik BBIB Kementan.

Singosari, Rakyatterkini.com — Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari terus berupaya menjaga standar mutu layanan publik demi mendukung ketahanan pangan nasional. 

Ini tercermin dalam penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik bertema “Melayani dengan Hati, Mendukung Swasembada Protein Hewani”, yang digelar pada Kamis (17/7/25) di Singosari, Jawa Timur.

Kegiatan ini menjadi ruang terbuka bagi masyarakat, pemangku kepentingan, dan lembaga pengawas untuk berdialog serta memberikan masukan demi perbaikan dan peningkatan layanan. BBIB Singosari merupakan unit pelaksana teknis di bawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan, yang memiliki peran strategis dalam produksi dan distribusi semen beku untuk mendukung swasembada protein hewani nasional.

Kepala BBIB Singosari, Akbar, menekankan pentingnya layanan publik yang bermakna dan berdampak langsung pada sektor peternakan serta ketahanan gizi masyarakat.

“Di balik setiap tetes semen beku yang kami distribusikan, ada harapan peternak dan masa depan gizi bangsa. Komitmen kami adalah menghadirkan layanan yang tulus, cepat, tepat, dan berkualitas,” ujar Akbar.

BBIB Singosari membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, baik melalui penjajakan nota kesepahaman (MoU), pendampingan riset, hingga kemitraan strategis dalam pengembangan pelayanan.

Kepala Biro Organisasi dan SDM Aparatur Kementan, Nurwahidah, yang hadir secara daring, turut menyampaikan bahwa BBIB kini memegang peran semakin strategis dalam mendukung program nasional. Ia merujuk pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 08 Tahun 2025.

“BBIB tidak hanya memproduksi semen beku, tetapi juga memperkuat metode inseminasi buatan dan mendukung Program Makan Bergizi (MBG) untuk mencetak generasi sehat Indonesia,” jelas Nurwahidah.

Sebagai lembaga pengawas pelayanan publik, Ombudsman RI turut hadir dalam forum ini. Kepala Perwakilan Ombudsman Jawa Timur, Agus Muttaqin, mengingatkan pentingnya penyelenggaraan layanan publik yang berkualitas dan bebas dari maladministrasi.

“Pelayanan publik harus dimaknai sebagai upaya pemenuhan kebutuhan dan harapan masyarakat. Karena itu, diperlukan tata kelola pemerintahan yang baik serta birokrasi yang efektif,” tegasnya.

Forum ini menjadi bagian dari langkah Kementan dalam mendorong transformasi layanan publik yang partisipatif, transparan, dan adaptif terhadap kebutuhan zaman. BBIB Singosari berkomitmen menjaga standar mutu layanan demi mewujudkan kedaulatan pangan berbasis peternakan berkelanjutan. (ris1)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update