Notification

×

Iklan

Kementan Dorong Penguatan Rantai Pasok Pangan untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Senin, 21 Juli 2025 | 07:27 WIB Last Updated 2025-07-21T00:46:57Z

I Ketut Wirata talkshow inspiratif di Universitas Al Azhar Indonesia.

Jakarta, Rakyatterkini .com – Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan dukungannya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintah sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan gizi nasional. 

Dalam pelaksanaannya, program ini dipandang strategis untuk memperbaiki sistem pangan nasional melalui penguatan rantai pasok dari hulu hingga hilir.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementan, I Ketut Wirata, menyampaikan keberhasilan program MBG tidak hanya bergantung pada distribusi makanan, tetapi juga pada sistem pangan yang menyeluruh dan terintegrasi.

“Program ini tidak hanya bicara distribusi makanan, tapi juga pembenahan sistem pangan yang melibatkan petani, peternak, pelaku industri, hingga lembaga pendidikan,” ujar Ketut dalam Talk Show Inspiratif yang digelar dalam rangka Festival Ayam, Telur, dan Susu di Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta, Jumat (19/7/2025).

Menurut Ketut, rantai pasok pangan yang solid menjadi kunci utama dalam memastikan kelancaran pelaksanaan program MBG. Ia menekankan pentingnya stabilitas suplai bahan pangan bergizi seperti daging, telur, dan susu yang aman, bermutu, serta tersedia secara berkelanjutan.

“Semua pemangku kepentingan harus berperan aktif menjaga rantai pasok agar aman dan efisien. Kualitas dan keamanan pangan juga menjadi prioritas,” tambahnya.

Senada dengan itu, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Peternakan, Cecep Muhammad Wahyudin, menilai program MBG membuka pasar baru yang perlu diantisipasi secara matang oleh pelaku usaha.

“Produksi pangan hewani harus dirancang khusus agar tidak mengganggu pasar yang sudah ada. Neraca komoditas dan perencanaan produksi harus diperhitungkan dengan cermat,” ujar Cecep.

Sebagai upaya konkret, Kementan melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan tengah mendorong peningkatan investasi di sektor peternakan sapi perah dan sapi pedaging, pengembangan ayam lokal unggul “Ayam Merah Putih”, serta memperkuat penyerapan hasil peternakan oleh industri dan pasar.

Semua langkah tersebut diarahkan untuk menghasilkan produk pangan asal hewan yang memenuhi prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).

Selain itu, Kementan juga menerapkan sistem pengawasan mutu pangan hewani melalui Nomor Kontrol Veteriner (NKV). Sistem ini menjamin bahwa produk yang beredar telah melalui proses audit dan pembinaan yang ketat.

“Dengan NKV, masyarakat dapat merasa lebih tenang karena produk hewani berasal dari unit usaha yang telah memenuhi standar keamanan dan kesehatan,” jelas Ketut.

Kementan berharap sinergi dalam program MBG dapat mendorong terbentuknya ekosistem pangan yang inklusif dan berkelanjutan. Rantai pasok yang kuat bukan sekadar jalur distribusi, tetapi menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing. (ris1)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update