Notification

×

Iklan

KDMP Ciptakan 1,4 Juta Lapangan Kerja di Desa

Selasa, 29 Juli 2025 | 00:11 WIB Last Updated 2025-07-28T17:11:00Z

Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan

Jakarta, Rakyatterkini.com – Pemerintah terus memperkuat perekonomian desa melalui akselerasi program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), yang kini bertransformasi dari sekadar lembaga simpan pinjam menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok dan simpul utama pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan.

“Presiden menginstruksikan agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi lewat KDMP. Koperasi ini kini menjadi ujung tombak dalam distribusi pangan,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Tatang Yuliono, dalam forum media DIKSI yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Senin (28/7/2025) di Jakarta.

Program KDMP melibatkan sejumlah BUMN seperti Bulog, Telkom, dan Himpunan Bank Negara (Himbara), membentuk ekosistem kolaboratif yang mengintegrasikan sektor produksi, distribusi, pembiayaan, hingga layanan publik seperti apotek dan klinik desa.

Tatang menekankan bahwa KDMP menjadi bentuk nyata transformasi koperasi menjadi lembaga ekonomi produktif berbasis komunitas. “Dengan model ini, keuntungan yang sebelumnya dinikmati oleh tengkulak atau distributor besar, kini bisa kembali ke tangan masyarakat,” tambahnya.

Pemerintah menargetkan pembentukan 80.000 unit KDMP di seluruh Indonesia. Setiap koperasi akan menjadi motor penggerak kegiatan ekonomi dan sosial desa sekaligus menciptakan peluang kerja baru.

Diproyeksikan, KDMP mampu menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja, termasuk 240.000 pengelola koperasi (P3K), 400.000 pengurus, 240.000 pengawas, dan 560.000 tenaga operasional unit usaha seperti toko, cold storage, apotek, dan layanan logistik.

“Rekrutmen akan dilakukan oleh pemangku kepentingan daerah, agar sesuai dengan karakteristik dan potensi lokal masing-masing wilayah,” jelas Tatang.

KDMP juga dirancang sebagai platform digital berbasis e-commerce, sejalan dengan tren global dan perubahan perilaku konsumen. “Kita sedang menyiapkan transformasi KDMP menjadi platform e-commerce. Produk-produk lokal harus mendapatkan panggung di pasar nasional dan global,” tuturnya.

Dengan dukungan infrastruktur digital serta sinergi lintas sektor, KDMP tidak hanya memastikan distribusi bahan pokok lebih merata dan terjangkau, tetapi juga membuka jalur ekspor bagi produk-produk unggulan desa.

Setiap unit KDMP ditargetkan bisa menghasilkan transaksi harian antara Rp5 juta hingga Rp9 juta, terutama dari komoditas seperti beras, LPG, dan pupuk.

“KDMP adalah gerakan kebangkitan ekonomi desa — dari desa, oleh desa, untuk Indonesia,” pungkas Tatang Yuliono.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update