Jakarta, Rakyatterkini.com – Kelompok Ansar Allah atau Houthi yang menguasai wilayah utara Yaman, mengeluarkan peringatan keras terhadap seluruh perusahaan pelayaran yang berhubungan dengan pelabuhan-pelabuhan Israel. Mereka menyatakan akan menyerang kapal dari perusahaan mana pun yang menjalin kerja sama dengan pelabuhan Israel, tanpa memandang asal negara ataupun tujuan kapal.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh juru bicara militer Houthi, Brigadir Jenderal Yahya Saree.
“Angkatan Bersenjata Yaman mengimbau seluruh perusahaan untuk segera menghentikan aktivitas bisnis dengan pelabuhan-pelabuhan milik entitas Zionis. Jika imbauan ini diabaikan, maka kapal mereka akan menjadi target, di mana pun mereka berada, selama masih dalam jangkauan rudal atau drone kami,” tegas Saree.
Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari "tahap keempat blokade maritim terhadap musuh", yang dilatarbelakangi oleh konflik yang tengah berlangsung di Jalur Gaza.
Gerakan Houthi menegaskan bahwa serangan akan dilakukan terhadap kapal-kapal yang terlibat dengan Israel, tanpa mempedulikan bendera negara yang mereka bawa. Meski begitu, mereka menegaskan tidak akan mengganggu kebebasan pelayaran secara umum maupun membahayakan kapal dari negara-negara lain yang tidak terlibat.
Sebelumnya, kelompok ini telah menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan Palestina dan memperingatkan agar negara lain tidak mengizinkan warganya menjadi kru kapal yang terafiliasi dengan Israel.
Tindakan blokade yang dilakukan Houthi telah memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi Israel. Beberapa pelabuhan utama dilaporkan mengalami kerugian besar, bahkan terpaksa menghentikan operasional akibat menurunnya aktivitas perdagangan di kawasan tersebut. Sejumlah perusahaan pelayaran pun memilih untuk menghentikan rute mereka melalui Laut Merah sebagai bentuk antisipasi.(da*)


