Notification

×

Iklan

Kampanye AGI, Belajar Iklim Sambil Bermain

Selasa, 29 Juli 2025 | 04:02 WIB Last Updated 2025-07-28T21:02:00Z

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi.

Jakarta, Rakyatterkini.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengajak anak-anak untuk terlibat aktif dalam menjaga lingkungan dan menghadapi perubahan iklim melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan, yaitu belajar sambil bermain.

“Kita sedang menghadapi berbagai bencana alam seperti banjir bandang dan tanah longsor yang dipicu oleh krisis iklim. Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa keterlibatan generasi muda, dampaknya akan semakin parah di masa depan. Oleh karena itu, anak-anak juga memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Menteri Arifah saat menghadiri acara di Jakarta, Minggu (27/7/2025).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam peluncuran kampanye *Aksi Generasi Iklim (AGI)* bertema **“Sehari Bermain Bersama Anak”**, yang mengusung pendekatan inklusif untuk meningkatkan kesadaran lingkungan sejak usia dini.

Dalam kegiatan ini, Menteri Arifah berdialog langsung dengan anak-anak seputar isu lingkungan dan krisis iklim. Salah satu sesi interaktif mengajak mereka membuat bentuk bebek dari balok lego sebagai sarana menumbuhkan kreativitas sekaligus menyampaikan pesan lingkungan secara ringan dan menyenangkan.

“Kami ingin anak-anak belajar melalui permainan langsung, bukan dari layar gawai. Hari ini, fokusnya adalah bermain sekaligus menyerap pengetahuan,” tambahnya.

Sementara itu, Deputi Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan di Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, menyebut peluncuran kampanye AGI sebagai langkah konkret untuk menumbuhkan kepedulian anak terhadap perubahan iklim.

Menurut Woro, pendekatan bermain sambil belajar sangat efektif untuk membumikan isu-isu lingkungan kepada anak-anak agar lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian PPPA, Kemenko PMK, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Save the Children, Lego Group, Children and Youth Advisory Network, Forum Anak Nasional, serta para aktivis muda dalam jaringan Child Campaigners.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update