Notification

×

Iklan

India Tutup Wilayah Udara untuk Pesawat Pakistan Setelah Serangan Teror

Kamis, 01 Mei 2025 | 13:04 WIB Last Updated 2025-05-01T06:04:00Z

Ilustrasi


Jakarta, Rakyatterkini.com – Otoritas penerbangan India telah menutup wilayah udaranya untuk seluruh pesawat yang terdaftar di Pakistan. Tindakan ini merupakan balasan New Delhi atas langkah serupa yang diambil Islamabad enam hari sebelumnya.

Kebijakan saling menutup wilayah udara ini terjadi di tengah ketegangan yang semakin memuncak antara kedua negara, yang hampir mencapai ambang perang setelah serangan teror di Kashmir yang menewaskan 26 wisatawan Hindu. India menuding Pakistan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pembantaian tersebut, meskipun Islamabad membantah tuduhan itu.

Saat ini, baik India maupun Pakistan telah menutup akses bagi maskapai penerbangan dari negara masing-masing di wilayah udara mereka hingga 23 Mei 2025 pukul 23.59 UTC (pukul 05.29 IST pada 24 Mei 2025), meski waktu penutupan ini bisa diperpanjang jika diperlukan.

Seperti dilansir oleh NDTV pada Kamis (1/5/2025), India telah mengeluarkan Pemberitahuan kepada Misi Udara (NOTAM), yang menyatakan bahwa wilayah udara India tidak akan tersedia untuk pesawat yang terdaftar di Pakistan maupun pesawat yang dioperasikan atau disewa oleh maskapai penerbangan Pakistan, termasuk penerbangan militer.

Kelompok The Resistance Front (TRF) mengaku bertanggung jawab atas serangan teror di Pahalgam, Jammu, dan Kashmir yang berada di bawah kendali India. India menuduh kelompok tersebut memiliki hubungan dengan Pakistan, serta menganggap serangan tersebut sebagai tindakan terorisme bermotif agama yang terjadi tak lama setelah pidato provokatif Jenderal Asim Munir, kepala militer Pakistan.

Dengan ketegangan yang semakin memburuk, Pakistan khawatir akan kemungkinan serangan militer dari India. Sebagai akibat dari penutupan wilayah udara ini, penerbangan dari Pakistan yang sebelumnya akan menuju Asia Tenggara atau Oseania harus memutar lebih jauh, memberikan beban tambahan pada maskapai Pakistan yang sudah tertekan secara finansial dan meningkatkan durasi perjalanan secara signifikan.

India juga telah mengambil berbagai langkah diplomatik yang dianggap menghukum, termasuk menunda implementasi Perjanjian Perairan Indus, mendeklarasikan staf diplomatik militer Pakistan sebagai "persona non grata", menutup semua pos perbatasan, serta membatalkan visa yang dikeluarkan untuk warga negara Pakistan. Di sisi lain, Pakistan telah menangguhkan semua perdagangan, menutup wilayah udaranya bagi maskapai penerbangan India, dan mengklaim hak untuk menangguhkan semua perjanjian bilateral, termasuk Perjanjian Simla.

Pakistan kini khawatir dengan potensi serangan militer yang mungkin dilancarkan India, yang berjanji akan mengejar dan menghukum pihak-pihak yang bertanggung jawab atas serangan teror di Pahalgam dengan cara yang tak terbayangkan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update