Notification

×

Iklan

Badai Khamsin Landa Sembilan Negara Arab, Gaza Terimbas

Jumat, 02 Mei 2025 | 15:01 WIB Last Updated 2025-05-02T08:01:00Z

Badai pasir dahsyat melanda 9 negara Arab


Jakarta, Rakyatterkini.com - Sejak Rabu (30/4/2025), Badai Khamsin yang membawa pasir kencang melanda sembilan negara Arab, termasuk Jalur Gaza. Fenomena alam ini disebabkan oleh sistem tekanan udara rendah yang setiap tahunnya terjadi di wilayah tersebut. Tahun ini, tiupan angin yang ditimbulkan oleh badai ini tercatat sebagai yang terkuat dalam beberapa tahun terakhir.

Khamsin, yang berasal dari bahasa Arab yang berarti lima puluh, dinamakan demikian karena badai ini biasanya terjadi sekitar 50 hari setelah dimulainya musim semi.

Negara-negara yang terdampak oleh badai pasir ini antara lain Palestina, Yordania, Mesir, Suriah, Lebanon, Irak, Kuwait, Qatar, dan Arab Saudi.

Akibat badai, berbagai aktivitas di negara-negara tersebut lumpuh total, dengan penutupan sekolah, penundaan ujian, serta penerapan status darurat di beberapa wilayah.

Di Gaza, angin kencang yang dibawa oleh Badai Khamsin tidak hanya menyebarkan pasir tebal, tetapi juga merusak tenda-tenda pengungsi, memperburuk keadaan mereka yang sudah tidak memiliki tempat tinggal. Media Palestina melaporkan, angin kencang mencabut tenda-tenda di Kota Gaza dan menerbangkan puing-puing di zona-zona pengungsian yang padat penduduk. Video yang beredar di media sosial menunjukkan bahwa badai ini membuat langit gelap karena butiran pasir yang menutupi cahaya matahari. Selain itu, pasir yang terbawa badai mengubah langit menjadi oranye.

Departemen Meteorologi Palestina yang berbasis di Tepi Barat mengeluarkan peringatan terkait bahaya kebakaran di area dengan rumput kering. Otoritas setempat juga mengimbau pasien dengan gangguan pernapasan untuk tetap berada di dalam ruangan.

Suhu udara tercatat antara 10-12 derajat Celsius, lebih tinggi dari suhu normal musim semi.

Di Yordania, Direktorat Keamanan Publik mengeluarkan peringatan mengenai potensi kecelakaan lalu lintas akibat gangguan jarak pandang, terutama di sepanjang jalan-jalan gurun. Suhu udara naik hingga 8-9 derajat Celsius di atas rata-rata, sementara kecepatan angin mencapai 50 km per jam.

Mesir terpaksa menutup sekolah-sekolah di seluruh wilayah akibat badai ini. Otoritas Meteorologi Mesir melaporkan bahwa badai pasir melanda Assiut dan Minya, serta meluas ke Suez dengan kecepatan angin yang mencapai 60 km per jam. Peringatan serupa juga dikeluarkan oleh otoritas meteorologi di Suriah dan Lebanon.

Di Irak, badai pasir diperkirakan akan terus berlanjut hingga minggu depan, menurut layanan cuaca setempat.

Peringatan serupa juga dikeluarkan oleh otoritas meteorologi Kuwait dan Qatar, yang memperkirakan bahwa badai debu yang disertai petir akan meluas ke wilayah lebih luas.

Sementara itu, Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi mengeluarkan peringatan kuning untuk wilayah Dammam, Riyadh, dan Provinsi Timur karena gangguan jarak pandang akibat badai pasir. Peringatan oranye juga dikeluarkan untuk wilayah Makkah dan sekitarnya, yang menunjukkan potensi angin kencang disertai petir, hujan es, dan kemungkinan terjadinya banjir bandang.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update