Notification

×

Iklan

China Ancaman Tindak Balas Negara Negosiasi Tarif AS

Senin, 21 April 2025 | 16:33 WIB Last Updated 2025-04-21T09:33:00Z

Bendera China 


Jakarta, Rakyatterkini.com - China mengkritik dan mengeluarkan ancaman terhadap sejumlah negara yang terlibat dalam negosiasi terkait peningkatan tarif impor yang diterapkan oleh Presiden AS, Donald Trump.

Beijing menegaskan akan mengambil "tindakan pembalasan" terhadap negara-negara yang bernegosiasi dengan AS, yang dianggap merugikan kepentingan China.

Sebagian besar negara dikenakan tarif dasar impor sebesar 10 persen oleh Trump, sementara China dikenakan tarif dasar hingga 145 persen dan tarif timbal balik yang bisa mencapai 245 persen. Sebagai respons, China membalas dengan menaikkan tarif impor barang-barang dari AS hingga 145 persen.

China kemudian mengingatkan negara-negara untuk tidak terlibat dalam negosiasi dengan AS. "Kelemahan tidak akan membawa perdamaian, dan kompromi yang tidak terhormat hanya akan merugikan," kata juru bicara Kementerian Perdagangan China, seperti dikutip dari AFP.

"Mengutamakan kepentingan pribadi sementara yang mengorbankan kepentingan orang lain sama saja dengan mencari masalah," tambahnya.

Trump beberapa kali menaikkan tarif impor barang-barang asal China dengan angka yang sangat tinggi, bahkan mencapai 245 persen.

Belakangan, Trump menyatakan bahwa pemerintahannya sedang berupaya menjalin komunikasi dengan China untuk mencapai kesepakatan terkait perang tarif ini. Dia percaya bahwa kedua negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut akan menemukan jalan keluar untuk mengakhiri konflik perdagangan.

"Ya, kami sedang berbicara dengan China," ujar Trump, dilansir AFP pada Sabtu (19/4).

"Saya bisa katakan mereka telah menghubungi saya beberapa kali," tambahnya.

Meski demikian, Trump tidak menjelaskan secara langsung apakah dia telah berbicara dengan Presiden China Xi Jinping dalam konteks perang dagang ini. Namun, Trump beberapa kali mengisyaratkan bahwa komunikasi dengan Xi Jinping sudah terjadi.

"Saya tidak pernah menyatakan apakah itu terjadi atau tidak," jawabnya saat ditanya tentang pertemuan dengan Xi.

"Itu bukan hal yang pantas untuk dibicarakan," lanjutnya.

Sebagai tanggapan terhadap klaim Trump, China kembali menegaskan bahwa tidak ada ruang untuk kesepakatan dagang yang merugikan kepentingan nasional negara tersebut.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update