Notification

×

Iklan

100 Ribu Entrepreneurship, Perberdayaan Perempuan dengan Produk Rumah Tangga

Jumat, 02 Desember 2022 | 12:02 WIB Last Updated 2022-12-05T05:09:06Z

Gemala Ranti.

Padang, Rakyatterkini.com - Program unggulan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di bawah kepemimpinan Gubernur, Mahyeldi dan wakil, Audy Joinaldy yakni menciptakan 100 ribu entrepreneurship.

Untuk mewujudkan progul tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sumbar, melaksanakan program pemberdayaan perempuan yang rentan ketahanan keluarganya dalam meningkatan ekonomi keluarganya.

Di mana, perempuan rentan dengan masalah kehidupan yang dihadapinya, diangkat ekonominya dan dibekali dengan soft skill. Mereka diajarkan untuk membuat produk-produk rumah tangga. Yang mengajarkan mereka itu adalah para ahli di bidangnya. Yang diajarkan pun tergantung keinginan dan selera masyarakat. 

Kepala DP3AP2KB Sumbar, Gemala Ranti, mengungkapkan program pemberdayaan perempuan rentan ketahanan keluarga ini sudah dimulai sejak akhir 2021 dan berlanjut hingga 2022. 

Tahun ini dari target 1.000 perempuan rentan, yang terlatih hingga saat ini mencapai 825 perempuan. Tersebar di beberapa kabupaten kota di Sumbar. Namun, yang terbanyak tahun 2022 ini di Kabupaten Agam dan Kota Padang.

Produk yang dihasilkan melalui pelatihan yang digelar selama 3 hari ini berupa produk kue-kue jajanan sekolah dan produk makanan lain. Seperti, donut, pisang salai, coklat, kue makanan ringan dan lainnya. termasuk kerajinan tangan seperti sulaman dan ukiran serta aksesoris bross untuk jilbab dan lainnya.

Bagaimana membuat produk yang benar-benar berkualitas. Bagaimana menggunakan minyak goreng yang baik. Termasuk takaran adukan bahan-bahan kue seperti vanila gula, tepung, coklat yang pas. Termasuk kerajinan sulaman. Semuanya diajarkan lebih detail.

Tidak hanya sekadar melatih saja, Gemala mengungkapkan dirinya juga melakukan evaluasi dari hasil pelatihan yang digelar. Misalnya, hari pertama dan kedua dilihat proses pelatihan yang diajarkan. Hari ketiga dilihat hasilnya, bahkan divideokan.

Dari program pemberdayaan yang dilaksanakan tersebut, juga telah membuahkan hasil. Di mana, produk kue-kue yang dihasilkan oleh perempuan rentan ini sudah masuk ke sekolah-sekolah. Termasuk juga disediakan untuk konsumsi snack untuk kegiatan-kegiatan nagari dan kecamatan yang melibatkan orang banyak. (sw)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update