Notification

×

Iklan

Kejari Payakumbuh Geledah Kantor Dinas Pendidikan Limapuluh Kota

Jumat, 08 Maret 2024 | 12:05 WIB Last Updated 2024-03-08T05:05:02Z

Tim Kejaksaan geledah kantor Dinas Pendidikan Limapuluh Kota.

Limapuluh Kota, Rakyatterkini.com - Tim kejaksaan yang dipimpin Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Albert Saut Damanik bersama penyidik lainnya memasuki Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota.

Mereka datang menggunakan dua mobil Avanza Plat merah BA 1536 M dan Toyota Innova Plat Hitam, mereka langsung masuk ke dalam kantor yang dipimpin Afri Effendi.

Belasan wwak media Luak 50 yang sudah datang tidak diizinkan masuk, 
Pintu masuk dikunci dari dalam. Awak media dengan sabar menunggu hingga pukul 12.45 WIB.

Sekira pukul 13.00, Tim Kejaksaan Negeri Payakumbuh yang baru keluar dari Dinas Pendidikan langsung dicegat awak media.

Kasi Pengamanan, Gugi dan Kasi Pidsus, Albert Saut Damanik mengatakan  melakukan penggeledahan di ruangan Kantor Dinas Pendidikan Limapuluh Kota.

Penggeledahan terkait pengungkapan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Seragam SD dan SMP yang bersumber dari APBD Limapuluh Kota TA 2023.

Petugas menyita dokumen yang terkait dengan pengadaan seragam SD dan SMP tersebut.

"Kami melakukan penggeledahan sesuai dengan Surat Perintah Penggeledahan Nomor : Print-314/L.3.12/SD.1/03/2024" imbuhnya. Perhitungan kerugian keuangan negara sedang dilakukan oleh BPKP.

Penggeladahan Kantor Dinas Pendidikan Limapuluh Kota merupakan tindak lanjut pemeriksaan berbagai pihak sejak akhir 2023 yang lalu.

Pengadaan bantuan seragam untuk siswa SD dan SMP se-Kabupaten Limapuluh Kota TA 2023 dinilai banyak pihak tidak tepat sasaran dan mengandung muatan korupsi.

Pagu Anggaran untuk pengadaan seragam tersebut menelan biaya APBD senilai ± 8 Milyar, sedangkan perlengkapan siswa SD dan SMP oleh rekanan hanya berkwalitas KW-1.

Kepala Dinas Pendidikan yang dimintai keterangan membenarkan pengeledahan itu. "Benar, Kejaksaan melakukan penggeledahan di beberapa ruangan dan menyita banyak dokumen. Pada prinsipnya kita menghormati proses penggeledahan yang dilakukan" jawabnya. (*/dby)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update