Notification

×

Iklan

Netanyahu Pusing, AS dan Sekutunya Minta Menahan Diri untuk Menyerang Gaza

Minggu, 24 Desember 2023 | 11:49 WIB Last Updated 2023-12-24T04:52:30Z

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden. | Foto AP/Andrew Harnik

RAKYATTERKINI.COM - Panggilan telepon Presiden Amerika Serikat Joe Biden dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Sabtu (23/12/2023), jadi sorotan dunia internasional. Biden mengaku tidak meminta Netanyahu untuk melakukan gencatan senjata dengan pihak Hamas.

Obrolannya dengan Netanyahu di telepon sebagai pembicaraan yang panjang dan privat. Panggilan telepon ini hanya berjarak sehari setelah AS kembali melindungi Israel di arena diplomatik.

"Saya tidak meminta gencatan senjata," kata Biden mengenai seruan tersebut, mengutip AP, Minggu (24/12/2023), yang dikutip dari CNNIndonesia.

Di awal agresi, Israel mendapat dukungan kuat dari sekutu dekat terutama Amerika Serikat, Inggris, hingga Prancis.

Namun, negara-negara tersebut pelan-pelan mulai berhati-hati menyuarakan dukungannya dan malah berbalik meminta Netanyahu untuk menahan diri setelah jumlah korban tewas agresi Israel di Gaza terus melonjak.

Di awal agresi Israel, Amerika Serikat membela operasi militer sekutunya itu ke Jalur Gaza sebagai bentuk pembalasan dan pertahanan diri terhadap milisi Hamas yang lebih dulu melancarkan serangan ke negara Zionis itu pada 7 Oktober lalu.

Gedung Putih justru mewanti-wanti Netanyahu agar mengubah strategi agresi brutalnya di Jalur Gaza jika tidak ingin kehilangan dukungan dari sekutu.

Biden bahkan disebut kewalahan menghadapi Israel yang semakin bersikap "di luar kontrol" AS terkait strategi militernya ke Gaza.

Sebelumnya, Israel melakukan agresi ke wilayah Palestina, khususnya Gaza setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Sejak saat itu, Israel terus membombardir dan berjanji bakal terus melakukan penyerangan sampai Hamas hancur, serta semua sandera Israel dibebaskan.

Kondisi perang yang tak usai ini membuat Dewan Keamanan PBB pada akhir pekan kemarin akhirnya menyerukan untuk segera mempercepat pengiriman bantuan kepada warga sipil yang putus asa di Gaza.

Kementerian Kesehatan Palestina mencatat total korban meninggal akibat serangan Israel ke negaranya tembus 20 ribu jiwa. Ini adalah jumlah korban jiwa terbanyak sepanjang sejarah.

Berdasarkan laporan AP, Sabtu (23/12), pejabat Kemenkes mengatakan kematian itu berjumlah hampir 1 persen dari total populasi warga Palestina di Gaza sebelum perang berlangsung.

Banyaknya korban tewas tersebut karena serangan mematikan Israel yang bertubi-tubi selama 11 pekan terakhir membombardir Gaza . Jumlah tersebut diprediksi akan terus bertambah.

Pihak Palestina menyebut serangan udara dan darat Israel ke Gaza menjadi salah satu serangan terdahsyat sepanjang sejarah dunia, yang mengakibatkan 85 persen dari 2,3 juta total penduduk Gaza mengungsi. (*)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update