Notification

×

Iklan

Negosiasi Berat Hamas-Israel, Tawar-menawar Gencatan Senjata dan Nasib Sandera di Jalur Gaza

Sabtu, 23 Desember 2023 | 09:12 WIB Last Updated 2023-12-23T02:12:04Z

Negosiasi Berat Hamas-Israel
Serangan Israel ke Gaza. | Foto Reuters

RAKYATTERKINI.COM - Kelompok yang menguasai Jalur Gaza, mengumumkan bahwa tidak akan ada pelepasan sandera lebih lanjut hingga Israel menyetujui 'penghentian agresi sepenuhnya'. 
Pernyataan ini disampaikan dalam konteks negosiasi gencatan senjata yang sedang berlangsung.

Seperti dilaporkan oleh BBC pada Jumat (22/12/2023), dikutip dari detikcom, Israel mengklaim telah membunuh lebih dari 2.000 pejuang Hamas di Gaza sejak gencatan senjata awal bulan ini, ketika lebih dari 100 sandera dibebaskan. 

Sekitar 120 orang yang diculik dari Israel pada 7 Oktober diyakini masih ditahan di Gaza.

Upaya terus dilakukan di PBB untuk mengeluarkan resolusi terkait konflik ini. Amerika Serikat (AS), yang mendukung Israel, menyatakan keprihatinan serius terhadap rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB.

Gencatan senjata selama seminggu pada bulan ini juga menyaksikan peningkatan bantuan ke Gaza, di mana PBB telah memperingatkan risiko kelaparan bagi penduduk Gaza jika konflik antara Israel dan Hamas terus berlanjut. 

Negosiasi untuk gencatan senjata baru juga sedang berlangsung di Kairo, Mesir, meskipun pembicaraan awal pekan ini tidak mencapai kesepakatan.

Pernyataan Hamas tersebut menempatkan pemerintah Israel dalam posisi sulit. Israel berpendapat bahwa cara terbaik untuk membebaskan sandera adalah dengan memberikan tekanan militer terhadap Hamas dan melakukan operasi penyelamatan. 

Namun, pendekatan ini sejauh ini belum sepenuhnya berhasil, hanya satu sandera, Ori Megidish, yang dapat diselamatkan melalui pendekatan militer tersebut.

Pemerintah Israel juga mendapat tekanan besar dari keluarga para sandera yang masih ditahan, beberapa di antaranya menyatakan bahwa strategi kekerasan tidak berhasil. 

Hamas terus memberikan tekanan pada Israel untuk menghentikan konflik, meskipun tanpa jaminan bahwa kelompok tersebut akan menghentikan tindakan bersenjatanya.

Pemerintah Israel enggan untuk menghentikan pertempuran sampai mereka yakin telah berhasil menurunkan kemampuan Hamas, yang dapat menjadi kekecewaan besar bagi masyarakat Gaza yang sangat ingin mengakhiri perang ini.

Sebagai informasi tambahan, konflik di Gaza dimulai setelah Hamas dan sekutunya menembus perbatasan yang dijaga ketat oleh Israel pada tanggal 7 Oktober. Serangan Hamas tersebut menyebabkan 1.200 orang tewas.

Israel kemudian menyatakan perang dan menyerang Gaza. Menurut kementerian kesehatan yang dikelola oleh Hamas, jumlah total korban tewas di Gaza sejak 7 Oktober telah mencapai lebih dari 20.000 orang, termasuk 8.000 anak-anak dan 6.200 wanita. (*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update