Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Senin 7 November 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
104.644 209 102.063 2.372
sumber: corona.sumbarprov.go.id

PT KWPC Bantah Rusak Mangrove Pantai Cermin Sergai

Selasa, 08 November 2022 | 17:30 WIB Last Updated 2022-11-08T10:30:19Z

Alat berat sedang meratakan kawasan objek wisata Theme Park Pantai Cermin, Serdang Bedagai.

Sergai, Rakyatterkini.com - Pengelola objek wisata Theme Park, Pantai Cermin, Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, membantah pihaknya merusak hutan mangrove.

Hal tersebut disampaikan Humas Capital dan Legal PT Kawasan Wisata Pantai Cermin (KWPC), Aisyah Tri Putri Nasution kepada wartawan, Selasa (8/11/2022). 

Aisyah menyebutkan lahan objek wisata Theme Park milik Pemkab Sergai bersertifikat yang dipinjam pakai. "PT KWPC mengelola lahan bersertifikat tersebut sebagai tempat wisata. Lahan seluas kurang lebih 33 hektare milik pemkab tersebut sudah bersertifikat yang dikeluarkan tahun 2002," jelasnya. 

Aisyah juga mengatakan jika ada alat berat yang meratakan lahan di kawasan tersebut hanya semata-mata untuk penataan lingkungan KWPC agar lebih nyaman dan asri. 

"Jadi tidak benar, emak-emak yang demo kemarin menuding kami merusak hutan mangrove, "tandasnya.

Diduga, emak-emak yang merupakan pedagang yang selama ini berjualan di gubuk-gubuk pinggir pantai di lingkungan Theme Park tersebut keberatan dan mereka melakukan unjuk rasa menuding pengelola merusak hutan mangrove.

Memang saat ini, PT KWPC terus berupaya menata kawasan tersebut. Pengelola meratakan bangunan gubuk liar di kawasan tersebut semata-mata agar pengunjung merasa nyaman, aman dan dapat melihat pemandangan yang asri di kawasan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Aisyah kembali menegaskan, kawasan PT KWPC adalah tanah Pemkab Sergai dengan sertifikat. 

Mengenai penggusuran gubuk-gubuk dan pedagang liar diduga ada pihak yang memprovokasi. 

"Kita tegaskan pedagang yang bisa bekerjasama disiapkan tempat yang lebih baik karena sosialisasi penataan pedagang liar sebelumnya telah dilakukan. Jadi pedagang tidak kita usir begitu saja. Kita siapkan tempat yang lebih baik, karena selama ini tamu resah ketika mau ke theme park di kejar-kejar calo dan diarahkan ke gubuk liar yang tidak teratur," ujarnya Aisyah. (hrp)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update