Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Sabtu 3 Desember 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
104.644 209 102.063 2.372
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Korban Tewas Rudal Rusia 19 Orang, Pendukung Putin Bersorak

Selasa, 11 Oktober 2022 | 16:54 WIB Last Updated 2022-10-12T02:29:06Z

Serangan rudal Rusia tewaskan 19 orang warga Ukraina.

Jakarta, Rakyatterkini.com - Sedikitnya, 19 orang dilaporkan tewas usai Rusia meluncurkan rudal ke Ukraina pada Senin (10/10/2022). Serangan balasan itu disambut positif oleh para pendukung Presiden Rusia Vladimir Putin. Mereka malah meminta Putin untuk terus mengintensifkan serangan.


Sebelumnya, 84 rudal Rusia membombardir sejumlah wilayah di Ukraina, dengan 56 diantaranya berhasil dicegat. Mengutip CNN, setelahnya sejumlah wilayah seperti Kyiv, Lviv, Sumy, Ternopil, dan Khmelnytsky dilaporkan mengalami pemadaman listrik pada Selasa pagi waktu setempat.


"Ini adalah salah satu kasus saat negara (Rusia) perlu menunjukkan kami bisa membalas," tulis salah satu koresponden perang, Alexander Kots, di media pro-Kremlin, Komsomolskaya Pravda.


Seorang anggota parlemen senior Rusia, Sergei Mironov, juga mengemukakan, sudah waktunya bertarung tanpa memikirkan kecaman dari Barat.


"Sudah waktunya bertarung! Dengan ganas, bahkan dengan kejam, tanpa melihat kecaman apa pun dari Barat," kata Mironov, seperti dikutip Associated Press.


Ia kemudian berujar, "Kita memulainya, kita harus melakukan sampai akhir. Tak ada jalan mundur. Saatnya membalas!"


Hal yang sama juga diungkapkan oleh pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov. Ia mengaku senang usai serangan balasan diluncurkan.


Sorak sorai pendukung Kremlin muncul agar Putin dan pasukan Moskow menjaga intensitas serangan mereka di Ukraina.


"Seandainya tindakan untuk menghancurkan infrastruktur musuh dilakukan setiap hari, maka kami akan menyelesaikan semuanya pada Mei dan rezim Kyiv akan dikalahkan," kata Gubernur Crimea yang ditunjuk Rusia, Sergei Aksyonov.


Ia mengunggah video tengah menari di balkon memakai topi dengan huruf Z. Di unggahan terpisah, ia mengatakan pemadaman listrik di Ukraina 'tak cukup'.


Serangan rudal itu diluncurkan usai Presiden Vladimir Putin murka karena jembatan yang menghubungkan Rusia dan Crimea atau Jembatan Kerch hancur.


Imbas ledakan tersebut, tiga orang dilaporkan tewas. Jalanan serta rel juga dilaporkan mengalami kerusakan parah.


"Ini dirancang, dilakukan dan diperintahkan oleh layanan khusus Ukraina," imbuh dia lagi.


Di waktu yang sama, Putin meminta dilakukannya serangan jarak jauh 'besar-besaran' terhadap Ukraina. Sehari setelah pernyataan Putin, Rusia meluncurkan puluhan rudal ke Ukraina. (*)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update