Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Sabtu 3 Desember 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
104.644 209 102.063 2.372
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Kapolda Irjen Teddy Minahasa Jual Sabu ke Bandar Narkoba

Jumat, 14 Oktober 2022 | 18:46 WIB Last Updated 2022-10-14T11:46:13Z

Irjen Teddy Minahasa.


Jakarta, Rakyatterkini.com - Memprihatinkan, Irjen Teddy Minahasa, Kapolda Sumbar, yang baru saja dimutasi menjadi Kapolda Jawa Timur, jual barang bukti sabu ke bandar narkoba di Jakarta.


"Siapapun yang terlibat, saya tidak peduli jabatan dan pangkatnya, akan saya tindak tegas, kapan perlu di PTDH, "ujar Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, saat memberikan keterangan pers, terkait penangkapan Irjen Teddy Minahasa, dalam kasus narkoba, Jumat 14 Oktober 2022 sore.


Barang bukti sabu yang dijual ke bos diskotik di Jakarta itu, menurut informasi merupakan barang bukti yang disita Polres Bukitinggi, beberapa bulan lalu.


Ketika itu, Polres Bukitinggi menyita 41 kilo sabu-sabu yang berasal dari Selat Malaka. Diduga dari 41 kilo sabu-sabu itu, Irjen Teddy meminta beberapa kilo dan menjualnya ke bandar sabu.


Menurut Kapolri, ia telah berkali-kali menyampaikan pada seluruh jajaran, agar tidak main-main terhadap narkoba.


"Saya sudah sering sampaikan, agar tidak main-main dengan narkoba, "ujar Kapolri.


Diceritakan Kapolri, awalnya Polda Metro Jaya menangkap tiga tersangka. Dari pemeriksaan tersangka mengarah pada anggota kepolisian berpangkat Bripka dan Kompol. Kompol ini menjabat Kapolsek.


Kemudian, petugas melakukan pengembangan dan kemudian menangkap lagi seorang anggota Polri berpangkat AKBP, yang merupakan mantan Kapolres Bukittinggi.


"Dari pemeriksaan, ketiga anggota Polri itu, kita melhat ada keterlibatan Irjen Teddy Minahasa.


Atas keterangan itu, Kapolri memerintahkan Kadiv Propam untuk menjemput dan menangkap Irjen Teddy Minahasa.


"Saya minta pada Propam melakukan proses hukum pidana dan kode etiknya. Saya minta diusut tuntas proses kode etik dan pidananya, "ujar Kapolri. (gp)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update