Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Sabtu 3 Desember 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
104.644 209 102.063 2.372
sumber: corona.sumbarprov.go.id

JKA Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kampung Ayahanda Sang Proklamator

Kamis, 02 Juni 2022 | 08:00 WIB Last Updated 2022-06-02T03:07:56Z

Anggota DPR/MPR-RI, John Kenedy Azis, menyalami masyarakat. (darmansyah)


Limapuluh Kota, Rakyatterkini.com - Anggota DPR/MPR-RI, H. John Kenedy Azis, Rabu (1/6), bertepatan hari lahirnya Pancasila, menyosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di kampung ayahanda sang proklamator, Bung Hatta, yaitu di Nagari Batu Hampar, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluhkota. 


Selain para generasi muda, kegiatan yang digelar di ruang pertemuan Kantor Walinagari Batu Hampar tersebut tampak juga diikuti oleh para pemuka masyarakat. Termasuk ibu-ibu Bundo Kanduang. 


Menurut Ketua Bamus Nagari Batu Hampar, Reihan, sosilaisasi Empat Pilar Kebangsaan itu dianggap perlu guna mengantisipasi radikalisme atau paham-paham yang hendak meruntuhkan keutuhan NKRI.  

       

Dihadapan peserta sosialisasi, John Kenedy Azis menyatakan perlunya kesadaran bersama dari masyarakat untuk menyalamatkan NKRI dari gerakan-gerakan radikal tersebut. 

      

Politisi Partai Golkar itu mengatakan bahwa masyarakat Indonesia dari dulu sudah belajar Pancasila, tetapi sekarang masih banyak yang tidak mengaplikasikan dalam kehidupannya. 

       

"Sila pertama dari Pancasila, Ketuahanan Yang Maha Esa. Lihat, sekarang betapa banyak masyarakat yang tidak melaksanakan ibadah, terutama ibadah shalat bagi ummat Muslim," katanya. 

      

Terlepas dari itu, John Kenedy Azis mengajak para orangtua supaya lebih memperhatikan soal pendidikan anaknya. Sekolahkan anak, kalau bisa hingga ke perguruan tinggi. Akan lebih baik lagi hingga meraih gelar doktor atau profesor. 

       

John Kenedy Azis yang turut didampingi Wakil Ketua DPRD Limapuluh Kota, Syamsul Mikar dan Pengurus DPD Partai Golkar setempat, pun mengaku khawatir melihat masa depan bangsa. Dia khawatir melihat adanya perubahan mindset dari genasi muda. 

     

Dulu, katanya, mindset orang Minang itu menjadi saudagar, pedagang atau pengusaha. Atau jadi pemimpin. Sekarang tampak berubah, maunya jadi pegawai negeri atau pekerja. Atau main aman saja. Bisa terima gaji tiap bulan.

      

Kalau ingin maju, menurut JKA, mindset generasi muda itu harus diubah. Tidak menjadi pekerja, tetapi menjadi pelaku usaha. (drm)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update