Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu 24 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.888 23 101.514 2.351
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Dua Nelayan di Sergai Disambar Petir, Butuh Uluran Tangan Dermawan

Rabu, 18 Mei 2022 | 13:38 WIB Last Updated 2022-05-18T11:45:52Z

Erwinsyah nelayan korban disambar petir di laut masih terbaring lesu.
 

Sergai, Rakyatterkini.com - Sudah tiga hari Erwinsyah (30), warga Dusun VI Desa Pekan, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, jadi korban disambar petir disaat sedang melaut, beberapa waktu lalu. 


Kini, ia terbaring lesu di kediaman orang tuanya di Dusun V, Desa Pekan, lantaran mengalami sejumlah luka di tubuhnya. Erwinsyah yang memiliki istri Ayu Lestari (31) dan mempunyai 3 anak yang masih kecil yakni, Lutfiansyah (4) Sahilman (1) dan Sahmilan (1) kembar, masih dirawat oleh orang tuanya Fatma (53) di Dusun V, Jalan Masjid Desa Pekan, Kecamatan Tanjung Beringin.


Informasi dihimpun menyebutkan kejadian bermula pada saat Erwinsyah selaku tekong sampan bersama enam rekannya, Padel (19), Latif (40), Wandi (25), Iyan (18), Wak Buyung (55) dan Abah (35), sedang berlabuh di laut, tepatnya di sekitaran Tuasan Cempaka Pulau Datuk, Senin (16/5/2022) dini hari.


Tiba tiba saja, sekitar pukul 02.00 dinihari datang angin kencang dan hujan deras disertai petir, membuat mereka satu sampan kalang kabut. Seketika itu petir menyambar antena telek (satelit) sampan hingga patah. Tak sampai di situ, kembali petir menyambar telek sampan mereka hingga meletup dan pecah. Naas baginya, petir menyambar Erwinsyah dan Fadel.


"Akibat kena sambaran petir membuat Erwin dan Fadel tak sadarkan diri," ucap Fadel kepada Rakyatterkini.com, Rabu (18/5/2022) di kediaman orang tuanya Jalan Masjid Dusun V Desa Pekan, Kecamatan Tanjung Beringin.


Akibat kejadian itu, telek, satelit, 2 batre merek N70 dan seluruh bola lampu sampan pecah. Dalam kondisi gelap gulita seluruh awak sampan jadi bingung, lantaran 5 orang awak sampan yang masih sadar tidak bisa mengendalikan sampan yang masih hidup mesin.


"Namun, sekitar satu jam berlalu, Fadel sebagai pengapit sampan (kernet) radar yang masih dalam keadaan berdarah, spontan mengendalikan sampan menuju arah sampan yang bersebelahan dengan mereka dengan jarak lebih kurang 1 mil dari lokasi," tuturnya.


Dan akhirnya, sampan yang dikemudikan Fadel sampai ke sampan yang di tekongi Dayat yang saat itu sedang berlabuh dan mereka meminta tolong untuk dihantarkan ke arah Pulau Berhala.


"Sesampai di Pulau Berhala sampan yang ditolong Tekong Dayat langsung menuju arah pulang dikemudikan Fadel menuju Bedagai Tanjung Beringin. Sementara sampan yang di tekongi Dayat kembali menuju laut," pungkas Fadel.


Dengan kejadian itu, Erwinsyah dan Fadel nelayan menjadi korban disambar petir di laut memohon kepada dermawan, agar dapat meringankan beban hidup dan biaya perobatan.


Akibat kena sambaran petir, Erwin mengalami luka robek di perut sebelah kiri, robek di punggung, luka lebam di wajah, luka robek di bibir. Fadel mengalami robek di bibir bawah, melepuh di tangan sebelah kiri dan luka di bagian kaki sebelah kiri, sementara kelima rekan mereka tidak mengalami luka -luka.(hrp)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update