Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu 24 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.888 23 101.514 2.351
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Dinas Koperasi dan UKM Latih Pengurus serta Pengawas se-Kota Payakumbuh

Selasa, 17 Mei 2022 | 09:38 WIB Last Updated 2022-06-29T02:41:13Z

Pelatihan koperasi.


Payakumbuh, Rakyatterkini.com - Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh menggelar Pendidikan dan Pelatihan Perkoperasian dengan tema Diklat Mekanisme Pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi untuk Koperasi Aktif di Kota Payakumbuh di Aula Balai Inseminasi Buatan selama 3 hari, 17-19 Mei 2022.


Kegiatan yang diikuti oleh pengurus dan pengawas koperasi yang aktif se Kota Payakumbuh ini dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Dahler bersama Kabid Koperasi dan UKM Tegrasia Nita dengan menghadirkan narasumber dari Balai Pelatihan Koperasi Sumbar, Budiman pada hari pertama, Selasa (17/5/2022).


Kabid Koperasi dan UKM Tegrasia Nita dalam laporannya memaparkan kegiatan ini didanai melalui Sumber Dana Alokasi Khusus Non Fisik (DAK Non Fisik) Bidang Koperasi dan UMKM Tahun 2022 dengan mengangkat tema "Melalui Peningkatan Pengetahuan dan Pemahaman Pengurus dan Pengawas, Menuju Koperasi Aktif, Sehat, Tangguh, dan Berdaya Saing".


Tegra juga menambahkan, peserta yang ikut pelatihan ini telah melalui proses seleksi oleh panitia dan di akhir kegiatan nantinya akan ada penandatanganan komitmen bersama penerbitan NIB koperasi sebagai salahsatu syarat yang diminta oleh pemerintah.


Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Dahler mengatakan lebaran tahun ini banyak cerita dan dinamika yang terlihat karena 2 tahun pandemi melarang warga pulang kampung, malah masa cuti hanya 2 hari. Sementara pada tahun ini sudah tidak seketat sebelumnya, diharapkan tahun depan suasana terus kondusif.


Dahler juga memberikan apresiasi kepada panitia dalam hal ini kabid koperasi dan jajaran dimana lokasi pelatihannya berkelas, seperti rapat kerja eksekutif.


Ditambahkan Dahler, pelatihan ini membawa 3 isu. Yang pertama menyangkut mekanisme RAT. Memang seluruh koperasi sudah ada melaksanakan RAT, tetapi terkait dengan mekanismenya masih ada kekurangan, bagaimana bagusnya Dahler berharap peserta bisa menggali ilmu itu dari narasumber pelatihan.


Lebih lanjut, isu kedua diterangkan Dahler adalah penyusunan laporan keuangan koperasi yang merupakan poin vital. Untuk urusan keuangan, semua organisasi termasuk pemerintah harus melaporkan jalannya keuangan. Kalau laporan keuangan tak selesai, maka badan pemeriksa keuangan bisa memberi rapor merah. (rdo)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update