Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Sabtu 3 Desember 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
104.644 209 102.063 2.372
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Dampak Oknum Ngaku Wartawan Dianiaya, Puluhan OTK Rusak Rumah IP di Desa Pon

Selasa, 24 Mei 2022 | 20:39 WIB Last Updated 2022-05-24T13:39:17Z

 




Tampak warga saat mendatangi rumah IP dan beberapa kaca jendela rusak dan pecah.

Sergai, Rakyatterkini.com - Erlinawati (39), istri dari IP, warga Dusun I (Gardu) Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Sergai, mendatangi Polsek Firdaus untuk membuat laporan polisi (LP) lantaran rumahnya malam sebelumnya diserbu puluhan orang tak dikenal (OTK), dan melakukan pelemparan sehingga kaca jendela rumahnya berpecahan, Selasa (24/5/2022).


Dalam pengaduannya, korban menceritakan kalau pada Senin (23/5/2022) sekira pukul 21.00 Wib dirinya dan anaknya yang masih balita, lagi makan di warung kakak iparnya yang tak jauh dari kediamannya.


Saat itu datang puluhan warga naik sepeda motor, sambil menggeber gas mengeluarkan suara knalpot bising sembari berteriak. 


"Penger keluar kau, jangan sembunyi", dan saat itu terdengar suara kaca jendela berpecahan serta suara besi pagar yang didobrak. Melihat hal itu, aku tak berani mendatangi rombongan warga yang beringas, setelah puas melempari rumah kami, kemudian puluhan warga tersebut beranjak pergi," jelas Ernawati.


Selang sejam kemudian, lanjut korban, kembali dirinya dan tetangganya di kejutkan dengan kehadiran puluhan warga naik sepeda motor sembari berteriak-teriak. 


"Walaupun di lokasi sudah hadir personel Polsek Firdaus, Kepala Dusun I, Hendrik dan Kepala Desa Pon, Andrianto para OTK yang beringas tersebut kembali membuat keributan. Karena tak bertemu dengan orang yang dicari, akhirnya mereka meninggalkan lokasi rumah IP," papar Ernawati.


Hasil penelusuran awak media ini dari berbagai informasi terungkap, kalau kejadian pengrusakan rumah IP ini sebelumnya diawali dengan penganiayaan S, seorang oknum yang mengaku wartawan di Kebun sawit Rampah Estate pada Senin (23/5/2022) oleh sekelompok orang yang dicurigai mereka anggota IP.


Oknum yang mengaku wartawan ini infonya kerap meminta dana atau setoran kepada IP (yang diduga BD narkoba), karena tak tahan terus dimintai uang oleh S, diduga para anggota IP memancing S untuk datang ke areal perkebunan sawit guna mengambil jatah yang diminta.


Dan di lokasi kebun sawit itu, S diduga dianiaya oleh sekelompok warga memakai benda keras tapi tumpul.        


Akibatnya, S mengalami bagian kepala koyak dan tangan patah serta luka lainnya. Setelah ditinggalkan pengeroyoknya di tengah kebun sawit, dengan tertatih-tatih, S berhasil kembali pulang dan tak lama kemudian, puluhan warga "menyerbu" kediaman IP karena diduga otak atau dalang atas penganiayaan S.


Kapolres Serdang Bedagai (Sergai), AKBP Ali Machfud didampingi Kasat Narkoba, AKP Juriadi Sembiring, Kasat Reskrim AKP Made Yoga Mahendra dan Kanit I Pidum, Ipda Bima ketika dikonfirmasi wartawan di ruang kerja, Selasa (24/5/2022) sore mengatakan, kasus ini terbagi menjadi dua yakni, pengrusakan rumah IP yang katanya BD narkoba dilaporkan di Polsek Firdaus. 


Sedangkan oknum yang mengaku wartawan S, yang menjadi korban penganiayaan, saat ini dirawat di Rumah Sakit Sultan Sulaiman Sei Rampah.


"Kita sarankan untuk membuat Laporan Polisi ke Polres Sergai. Kita tidak membedakan kasus ini, kita bekerja sesuai SOP dan profesionalisme dan kita juga sudah mengupayakan, jangan gegara kasus ini timbul lagi perselisihan yang sifatnya komunal," tegas kapolres.


Untuk itu, lanjut kapolres, tim sedang bekerja melakukan penyelidikan dan penyidikan, agar permasalahan ini dapat diselesaikan dengan aman dan kondusif.


"Saya minta, kepada kedua belah pihak yang bertikai untuk sama-sama menjaga kondusifitas situasi. Karena penyidik masih bekerja untuk memeriksa para saksi-saksi. Dan, kita akan tegakkan hukum kepada yang bersalah dengan tegas. Jangan mudah terpancing dengan isi atau berita hoax, atau berita-berita yang belum tentu kebenarannya, yang hanya untuk mengadu domba satu sama lain," pinta kapolres.


Makanya agar kasus ini tidak sepihak, kita jemput S atau keluarganya guna membuat LP di Polres Sergai. Saat ini pengaduan dari Istri S (karena S masih dirawat), dan sedang dalam proses di Polres Sergai. (hrp)





IKLAN



×
Berita Terbaru Update