Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Jumat 1 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.852 25 101.477 2.350
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Tragis, Buruh Pabrik Kertas di Wonogiri Tewas Ditempat Kerja

Rabu, 13 April 2022 | 21:52 WIB Last Updated 2022-04-13T14:52:57Z

Petugas sedang mengevakuasi korban.

Wonogiri, Rakyatterkini.com - Naas benar nasib menimpa Topan Cahyono Putro (25), warga Dusun Tanjung, Desa Jatisobo, Kecamatan Jatipuro, Kabupaten Karanganyar ini, alami kecelakaan kerja. Kondisi karyawan PT Prima Paper Indonesia (PPI) itu, saat ditemukan tubuhnya sudah tak utuh lagi. 


Kapolres Wonogiri, AKBP Dydit Dwi Susanto melalui Kasi Humas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, SH, MH., didampingi Kasubsi Penmas Humas Polres Wonogiri, Aiptu Iwan Sumarsono menyampaikan, lelaki berusia 25 tahun tersebut ditemukan di saluran di bawah mesin pembuat kertas. 


"PT PPI beralamat di Dusun Timang Kulon, Desa Wonokerto, Kecamatan Wonogiri. Peristiwa itu terjadi Minggu, 10 April 2022 pukul 11.00 WIB dan dilaporkan ke Polsek Wonogiri Kota pukul 11.45 WIB, " kata Iwan Rabu (13/4/2022). 

 

Lanjut dia, “Korban, seorang pekerja bernama Topan Cahyono Putro, warga Desa Jatisobo, Kecamatan Jatipuro, Kabupaten Karanganyar,” ujar Anom.


Mantan Kapolsek Ngadirojo ini, menyatakan pihak kepolisian telah mendata saksi-saksi yakni Mas’ud Yunus, 52, beralamat Dusun Ngrame, Desa Ngrame, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur dan Hardjono, 64, beralamat di Perum Puri Cikarang Hijau Blok E.6 Nomer 8, Kelurahan Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.


Lebih lanjut AKP Anom, menyatakan kejadian kecelakaan kerja berawal pada Minggu, 10 April 2022 pukul 11.00 WIB, Mas’ud, salah satu karyawan PPI sedang bekerja di lantai 2 ketika korban hendak menyambung kertas putus ke mesin pembuat kertas. Jarak Mas’ud dengan korban sekitar 6 meter.


"Tiba-tiba saksi Mas’ud melihat korban sudah tidak ada. Kemudian, saksi Mas’ud memanggil temannya bernama Hardjono untuk mematikan mesin dan membunyikan mesin emergency. Permintaan itu karena korban dicari sudah tidak ada,” ujarnya.


Kemudian, keduanya mencari di seputaran mesin pembuat kertas, namun belum ditemukan. Beserta karyawan lainnya, mereka turun ke lantai bawah untuk mencari korban dan ditemukan berceceran organ dalam tubuh korban di seputaran mesin bawah. Dan, korban ditemukan di selokan bawah mesin sudah meninggal dunia. 


“Diperkirakan korban mengalami kecelakaan kerja yaitu masuk ke dalam putaran mesin pembuat kertas dengan kecepatan mesin 150 Rpm atau 9 Km/jam,” tuturnya.


Security PT PPI menghubungi RSUD dr Soediran Mangun Sumarso (SMS) Wonogiri dan pihak rumah sakit menghubungi Polsek Wonogiri Kota. Selanjutnya Tim Kesehatan RSUD dr SMS Wonogiri, anggota Polsek Wonogiri Kota, Kanit Ident Inafis Polres Wonogiri, melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan oleh tim medis RSUD dr SMS Wonogiri dan Tim Inafis Polres Wonogiri.


Kasubsi Penmas Humas Polres Aiptu Iwan Sumarsono menambahkan, dari hasil pemeriksaan dr Supriyanto, korban didapati tidak ada tanda penganiayaan. Diduga korban meninggal kurang dari 24 jam. Diduga penyebab cidera kepala berat karena trauma mesin pembuat kertas.


“Hasil pemeriksaan, beberapa bagian tubuh seperti kepala tidak sempurna, tangan kanan atas patah, kaki kanan bawah patah,” terangnya. 


Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Wonogiri, AKP Supardi mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto, SIK, MSi menerangkan, terkait kejadian laka kerja di PPI kepolisian sedang melakukan penyelidikan dan memeriksa para saksi.


Pihak Keluarga korban telah menerima kematian korban sebagai musibah dan pihak PPI telah berikan santunan kepada keluarga korban. Polisi telah mendatangi TKP, olah TKP dan evakuasi korban serta pemeriksaan dari pihak medis.


Kemudian menyerahkan korban ke keluarganya untuk dimakamkan. Untuk proses pemulasaran oleh pihak rumah sakit dan proses pemakaman diserahkan ke pihak keluarga.


"Pihak keluarga membuat pernyataan menerima kejadian yang menimpa korban dan menolak dilakukan autopsi oleh pihak kepolisian dan permintaan visum et repertum," pungkasnya (Sar



IKLAN



×
Berita Terbaru Update