Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Jumat 1 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.852 25 101.477 2.350
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Pemekaran P3A Dusun V Desa Bengkel, Diduga Ada Intervensi Pihak Lain

Jumat, 15 April 2022 | 11:29 WIB Last Updated 2022-04-15T04:29:02Z

Miswanto Kepala Dusun V, Sekaligus Ketua P3A Baru Dusun V.
 

Sergai, Rakyatterkini.com - Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di Dusun IV Desa Bengkel, sebenarnya sudah terbentuk dan masih aktif. P3A  bertujuan mendayagunakan potensi air irigasi yang tersedia di dalam petak tersier atau daerah irigasi pedesaan, guna kesejahteraan masyarakat tani.


Namun, sangat disayangkan pemekaran P3A yang baru berada di Dusun V Desa Bengkel, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, kembali dibentuk. Agaknya, terkesan mendadak seperti dipaksakan.


Demikian dikatakan Sopyan (55), Ketua P3A yang lama, kepada media, Kamis (14/4/2022) sore. Kata Sopyan, dirinya tidak mengetahui adanya pembentukan P3A yang baru.


"Saya tahu informasinya dalam bulan terakhir ini," paparnya.


Padahal, P3A Tirta Sari Dusun IV, yang diketuai-nya memang sudah terbentuk, sekaligus masih aktif dan masih berjalan.


Sebelum pemekaran P3A yang baru di Dusun V ini terjadi, tugas pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan air di petak sawah di Desa Bengkel ini, juga berjalan lancar. 


"Sekarang P3A yang baru di Dusun V itu saya rasa tidak melalui musyawarah. Mendadak tanpa diketahui ataupun melibatkan pengurus P3A Tirta Sari yang lama," sebutnya.


Apalagi, posisi Ketua P3A yang baru terbentuk itu diKetuai Kepala Dusun V. Oleh karena Keadaan itu, ada anggapan pembentukan P3A di Dusun V yang baru, kemungkinan punya tujuan tertentu oleh pemerintahan Desa Bengkel.


"Setahu saya, pengurus P3A tidak boleh diambil dari perangkat desa," pungkas Sopyan.


Sebelumnya, Ketua P3A Dusun V Desa Bengkel yang baru Miswanto mengatakan, pemekaran (pembentukan) P3A ini dikarenakan berdasarkan luas areal sawah yang ada di Desa Bengkel, yang mana luas lahan tersebut lebih kurang seratus hektare dan memungkinkan adanya pemekaran P3A baru.


"Lahan yang berada di Dusun IV dengan lahan yang ada di Dusun V arealnya berbeda luasnya. Kedua hamparan ini dibatasi oleh tanaman sawit dan juga jalan jelas Miswanto kepada awak media, Kamis (14/4/2022) siang.


Kemudian, P3A yang ada di Dusun IV, sudah vakum tak berjalan, sehingga untuk menutupi hal itu, dibentuk P3A yang baru di Dusun V ini. 


"Langkah yang kita ambil ini, sesuai arahan dari pihak pendamping," bebernya. (hrp)





IKLAN



×
Berita Terbaru Update