Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Senin 27 Juni 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.841 21 101.470 2.350
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Ketua TP PKK Trenggalek: Manfaatkan Safari Ramadhan Mencegah Stunting

Senin, 18 April 2022 | 20:04 WIB Last Updated 2022-04-18T13:04:00Z

Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek Novita Hardini saat demo memasak Tiwul menjadi kue.
 

Trenggalek, Rakyatterkini.com - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini, mengemukakan agar memanfaatkan kegiatan Safari Ramadhan 1443 H/2022 untuk upaya mencegah stunting.


Perempuan energik itu berbagi tips memasak Tiwul menjadi kue brownis, dengan harapan menjadikan bahan makanan tersebut, lebih asupan gizi dan disukai oleh anak.


Menurut Inisiator Sekolah Perempuan, Anak, Disabilitas dan Kelompok Rentan (Sepeda Keren) itu, bukan zamannya lagi kalau makan menjadi perut kenyang. Tapi, sambung dia, orangtua diminta kreatif mengolah makanan, sehingga bergizi dan disukai anak.


Ditambahkan, merangsang para orangtua untuk bisa mengkreasikan makanan agar anak suka dan mau makan, Ketua TP PKK ini menggagas program SMS (Sareng Masak Sama) Bu Novita saat Safari Ramadhan.


Tiwul dipilih lantaran bahan makanan yang berasal dari singkong ini selain murah, banyak dijumpai di Trenggalek. Karena, memang Tiwul menjadi salah satu makanan pokok masyarakat di Trenggalek selain beras. Agar bergizi dan lebih disukai, tentu perlu dikreasikan seperti menjadi kue Brownis Tiwul.


Penjabat Sekda Trenggalek, Andriyanto, yang turut hadir mendampingi Novita Hardini dalam kegiatan Safari Ramadhan itu, sangat mendukung Ketua Tim Penggerak PKK Trenggalek dalam upaya mencegah stunting melalui SMS Bu Novita. Menurutnya mencegah stunting harus banyak makan dan cukup asupan gizi.


"Dalam Tiwul ada kandungan kabohidrat yang baik untuk mencegah gangguan pencernaan. Lebih baik lagi ada unsur ikan-ikanan, yang mengandung zink. Karena ini memang berfungsi untuk membantu pertumbuhan," jelas Pj. Sekda yang juga Dosen Pasca Sarjana Universitas Airlangga itu.


Andriyanto Menjelaskan, kenapa stunting harus dicegah, ia mengatakan tubuh pendek berpengaruh pada perkembangan otak. Selain itu, anak stunting beresiko terjangkit penyakit degeneratif pada usia tertentu. Ini alasan kenapa stunting perlu dicegah. (Sar



IKLAN



×
Berita Terbaru Update