Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu, 1 Mei 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.787 105 101.335 2.347
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Ekonomi Terancam Lumpuh, Jembatan Nagari Rawang Malelo - Lansano Taratak Rusak Parah

Senin, 04 April 2022 | 21:25 WIB Last Updated 2022-04-04T14:25:37Z

Jembatan penghubung dua nagari rusak parah. (Foto : Baron).


Painan, Rakyatterkini.com – Jembatan penghubung antara Nagari Rawang Gunung Malelo dan Nagari Lansano Taratak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, rusak parah. Malah, hampir roboh ke sungai. 


Tidak saja itu, tampak kondisi fisik jembatan tersebut miring dan retak. Dampaknya, ekonomi masyarakat terancam lumpuh lantaran akses perhungan terganggu.


Pantauan Rakyatterkini.com di lapangan, kemiringan yang terjadi sudah hampir puluhan tahun. Namun, hingga saat ini, tak ada respon dari pihak terkait. Terlebih, jembatan yang merupakan akses penting bagi masyarakat, susah untuk dilalui.


"Jembatan ini hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Itu pun mesti  berhati-hati. Jika tidak, bisa pengendara kepeleset dan terjatuh ke sungai, yang banyak ularnya,“ sebut Andi, warga setempat kepada Rakyatterkini.com, Senin (4/4/2022).


Sebagai masyarakat ia berharap, agar ada tindak lanjut atau perbaikan dari pihak terkait. Seperti anggota dewan dan dinas dari kabupaten. Karena ini penghubung dua nagari. "Tentu kami sangat berharap jembatan ini diperbaiki," terangnya.


Dikatakan, sebagai akses bagi masyarakat sekitar, jembatan pelintasan antar nagari jelas dibutuhkan. Lagi pula, sayang dana yang diperuntukkan untuk pembuatan juga sia-sia belaka.


"Diketahui, jembatan tersebut dibangun dari dana donatur salah seorang masyarakat setempat. Anggarannya mencapai puluhan juta rupiah. Itu sepuluh tahun yang lalu," jelas Andi.


Sementara itu, saat dihubungi kedua walinagari di kantornya, menyebutkan, telah ada peninjauan terhadap kondisi jembatan tersebut berapa tahun lalu. Baik dari Dinas PUPR kabupaten yang didampingi anggota dewan Dapil 3 Fraksi Hanura, Abdul Muis. 


"Dan pihak dinas maupun anggota dewan sudah menganggarkan. Namun, sayang dana itu dipangkas covid-19," tutur walinagari seraya sudah tiga kali mengantarkan proposal ke dinas terkait. (Baron)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update