Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu 24 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.888 23 101.514 2.351
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Pukat Trawl Dibakar di Perairan Sialang Buah

Jumat, 04 Maret 2022 | 08:04 WIB Last Updated 2022-03-04T01:04:45Z

 Pukat trawl dibakar di Perairan Sialang Buah.

Sergai, Rakyatterkini.com  -  Kapal pukat trawl mini milik nelayan Batubara tanpa nama dan tanda selar pada posisi lebih kurang 2 Mil Timur bibir pantai Kuala Sialang Buah, Perairan Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, Kamis (3/3/2022) sekitar pukul 10.00 WIB terbakar.


Terbakarnya kapal pukat trawl itu diduga dilakukan oleh nelayan jaring udang, dan nelayan jaring ikan dari penduduk Sialang Buah sebanyak lebih kurang sepuluh Sampan yang masing-masing sampan diawaki 2 orang nelayan.


Sedangkan, awak kapal pukat trawl Edi Irawan (19) sebagai tekong atau nakhoda dan Joko Indrawan Manik (22) sebagai ABK, keduanya warga Desa Sidomulio, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara, ia mengalami luka ringan robek di bagian telapak tangan kanan.


Kapolres Serdang Bedagai AKBP Ali Machfud, melalui Kasi Humas AKP R Gultom mengatakan sebelumnya personel Satpol Airud Sergai mendapat informasi telah terjadi pembakaran terhadap kapal nelayan modern/nelayan pukat trawl asal daerah Pagurawan, di perairan Sialang Buah wilayah hukum Polres Serdang Bedagai.


Setelah mendapatkan informasi tersebut personel Satpol Airud langsung menuju ke TKP Kuala Sialang Buah.

 

Pada saat ditemukan awak kapal korban pembakaran oleh massa nelayan diamankan di Kantor Koramil 09/TM yang telah diserahkan oleh massa nelayan penduduk Sialang Buah, ujar Gultom.


Kemudian dilakukan introgasi singkat terhadap nahkoda dan ABK, pada saat menarik pukat atau menangkap ikan dengan menggunakan pukat trawl tersebut, tiba-tiba datang sekelompok nelayan jaring dan langsung merapat ke kapal korban dengan marah marah.


Dan selanjutnya tekong atau nahkoda serta ABK kapal pukat trawl tersebut dinaikkan atau dipindahkan ke Sampan masyarakat nelayan tersebut.


Sedangkan massa yang lainnya menyiram kapal Pukat Trawl tersebut dengan minyak solar dan membakarnya.


Setelah itu para korban atau awak kapal pukat trawl dibawa massa ke pinggir pantai Sialang Buah yang selanjutnya tekong atau nahkoda serta ABK kapal pukat trawl dibawa ke kantor Koramil.


Personel Satpolair membawa korban atau awak kapal pukat trawl tersebut ke kantor Satpol Airud guna proses selanjutnya, serta membawa korban yang mengalami luka pada tangannya ke klinik terdekat untuk mendapatkan pengobatan. 


Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian mencapai Rp30 juta," pungkas Gultom. (hrp)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update