Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu 24 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.888 23 101.514 2.351
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Pemkab Launching Pijat Refleksi di Setdakab Trenggalek, Bukti Hilangkan Diskriminasi

Jumat, 04 Maret 2022 | 15:11 WIB Last Updated 2022-03-04T08:35:42Z

Launching layanan pijat refleksi penyandang disabilitas di Sekretariat Daerah Trenggalek, Jumat (4/3/2022).

Trenggalek, Rakyatterkini.com - Pemerintah Kabupaten Trenggalek menghadirkan layanan inklusi pijat refleksi di Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek. Layanan ini ditujukan untuk memberikan ruang kepada penyandang disabilitas untuk berkarya dan berdaya dengan keahlian yang dimiliki.


Tentunya apa yang dilakukan Pemkab ini sesuai dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek, yang ingin mendorong kesetaraan gender dan menghilangkan diskriminasi di daerahnya. 


Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Trenggalek, Edi Supriyanto mewakili Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin  melauncing layanan pijat refleksi ini, Jumat 4 Maret 2022. Turut hadir dalam peluncuran itu beberapa Asisten, Staf Ahli dan pejabat di lingkup Sekda Trenggalek. 


Ada 4 terapis 2 putra dan 2 putri tuna netra disiapkan dalam layanan inklusi tersebut. Sedangkan keempatnya telah mendapatkan pelatihan pijat refleksi oleh mentor yang memang profesional dibidangnya. 


Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Trenggalek, Drs Habib Solehudin dalam sambutannya menyatakan, pijat refleksi ini diharapkan dapat membantu para ASN yang kelelahan ataupun stress dalam bekerja. 


Dengan tarif Rp50 ribu untuk sekali pelayanan, pengguna jasa pijat refleksi ini akan mendapatkan layanan terapi berdurasi sekitar 1 hingga 1,5 jam. Selain itu, layanan yang dipusatkan di seputaran Kantor Setda itu tidak hanya untuk kalangan ASN Setda saja, melainkan juga untuk ASN dari seluruh instansi di Kabupaten Trenggalek.


"Para tuna netra yang sudah terlatih tersebar di setiap kecamatan di Kabupaten Trenggalek. Ini merupakan contoh awal pemberdayaan pada tuna netra," tegas mantan Camat Durenan itu.


Dia berharap ke depannya layanan ini juga bisa dibuka di setiap wilayah kecamatan. Perdana, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Trenggalek, Ir. Yudi Sunarko dan Kepala Bappeda Litbang Trenggalek, dr. Ratna Sulistyowati, M.Kes., mencoba layanan pijat refleksi tersebut dan menyatakan puas dengan pijat refleksi yang diberikan oleh terapis. (Sar) 



IKLAN



×
Berita Terbaru Update