Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Kamis 29 September 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
104.644 209 102.063 2.372
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Kisah Pengejaran Teroris : Sariman Mengira Pagar Rumahnya Ditabrak Pemabuk

Minggu, 13 Maret 2022 | 18:36 WIB Last Updated 2022-03-13T11:37:32Z

Sariman.

Sukoharjo, Rakyatterkini.com - Cerita tentang pengejaran dokter Sunardi, tersangka teroris yang ditembak Densus 88 di Sukoharjo, Jawa Tengah, menyisakan banyak cerita di lokasi.


Sariman, warga Sukoharjo yang gerbang rumahnya ditabrak mobil milik dr Sunardi menuturkan tak mengira kalau di depan rumahnya, ada pengejaran teroris.


"Rabu (8/3/2022) sekitar jam 9 malam, saya mendengar suara benturan keras di depan rumah. Ketika saya keluar, ternyata ada mobil yang menabrak pagar rumah," terang pensiunan PNS itu, Minggu 13 Maret 2022.


Akibat tumbukan mobil Mitsubishi Strada warna silver yang dikendarai Sunardi, sebagian tembok pagar rumah remuk. Benturan yang diperkirakan cukup keras itu, juga menjadikan pintu pagar miliknya lepas.


Sariman sempat mengira mobil yang menabrak pagarnya itu dikendarai pemabuk, pasalnya jalanan depan rumahnya sering dipakai kebut-kebutan oleh sejumlah remaja.


"Namun, belakangan saya diberi tahu petugas kalau ada pengejaran tersangka teroris. Itu pun saya tahu saat dipanggil sebagai saksi ke polres (Sukoharjo)," tambahnya.


Sejumlah saksi mata lain menuturkan, pengejaran dr Sunardi sudah dilakukan sejak di dekat tempat praktiknya di Kecamatan Polokarto.


Kejar mengejar yang terjadi berjalan cukup seru. Sunardi sempat meliuk-liukkan mobilnya ketika dipepet aparat densus 88. Padahal, pada saat kejadian, situasi lalu lintas di jalan Bekonang-Sukoharjo masih cukup ramai.


Sebuah rekaman cctv memperlihatkan mobil Sunardi sempat membanting setir melawan arah dan menimbulkan percikan api di aspal. Aksi bak film action itu turut disaksikan sejumlah pengendara motor yang melintas.


Namun akhirnya, pengejaran terhadap salah seorang petinggi Hilal Amar yang terafiliasi ke Jamaah Islamiyah itu terhenti, ketika petugas terpaksa mengambil tindakan tegas terukur pada pria kelahiran tahun 1968 itu. (*) 



IKLAN



×
Berita Terbaru Update