Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu, 1 Mei 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.787 105 101.335 2.347
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Kabar Gembira, Honor Guru Tahfiz SD dan SMP Naik di Kota Payakumbuh

Rabu, 30 Maret 2022 | 22:32 WIB Last Updated 2022-03-30T15:32:20Z

Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh.


Payakumbuh, Rakyatterkini.com - Sebanyak 76 guru tahfiz SD dan SMP negeri se-Kota Payakumbuh berbahagia sekali. Ini karena Pemko Payakumbuh telah menaikkan dana insentif  pada tahun 2022.


Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dasril didampingi Kabid PTK Danil Defo kepada media, Rabu (30/3/2022), mengatakan, Pemko merupakan yang pertama di Sumbar yang menganggarkan insentif bagi para guru honor, tahfiz, dan guru TPA.


Untuk tahun 2022 ada sebanyak 66 di SD negeri dan 10 di SMP negeri. Gurunya ada dari sekolah, ada juga guru yang didatangkan dari luar sekolah dan tentunya telah memenuhi kriteria yang diminta pemerintah.


Pada tahun ini, besaran insentifnya sebesar Rp400 ribu perorang dan ini lebih besar dibanding tahun 2021 lalu, dimana honor guru tahfiz SD sebesar Rp164 ribu dan untuk guru tahfiz SMP senilai  Rp200 ribu.


"Untuk tahun 2022, insentif guru tahfiz di sekolah swasta tidak lagi kita anggarkan, urusan insentif guru tahfiz di sekolah swasta sudah diserahkan kepada yayasan, karena dianggap mampu secara finansial lembaganya," kata Dasril.


Ditambahkan, tidak hanya pembelajaran tahfiz saja, guru tahfiz juga diminta membimbing dan memantau ibadah anak di sekolah selama program berjalan.


"Pemerintah juga mengevaluasi sejauh mana kemampuan anak melalui lomba dan wisuda tahfiz. Kita juga sudah punya target minimal satu sekolah negeri ada yang wisuda tahfiz, dengan target hafalan disesuaikan dengan tingkat capaian hafalan anak atau jumlah juz yang dihafalnya," terangnya.


Dasril juga menyampaikan, pihaknya mendorong sekolah baik negeri maupun swasta mensupport dengan cara lain, selain anggaran yang telah dianggarkan di dinas pendidikan, supaya optimalisasi program tahfiz bisa dikembangkan oleh sekolah. (Rdo)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update