Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu, 1 Mei 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.787 105 101.335 2.347
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Tanah Longsor di KM 16-18 Trenggalek-Ponorogo, Pj Sekda Carikan Solusinya

Selasa, 15 Februari 2022 | 20:01 WIB Last Updated 2022-02-15T13:01:13Z

Tim gabungan berjibaku membersihkan material longsor di KM 16-18 Desa Nglinggis.

Trenggalek, Rakyatterkini.com - Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Trenggalek, Andriyanto, meninjau lokasi tanah longsor, di ruas jalan nasional Trenggalek-Ponorogo, tepatnya di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Selasa 15 Februari 2022.


Didampingi Camat Tugu dan BPBD Trenggalek, penjabat sekda yang masih menjabat sebagai staf ahli Gubernur Jatim itu melihat secara langsung kondisi longsor di KM 16 dan 18 yang menjadi langganan longsor itu. 


Kedatangannya diharapkan bisa mencari solusi penanganan yang tepat sehingga langganan losor ketika musim hujan bisa teratasi. 


"Saya sengaja datang ke sini karena kemarin ada laporan kejadian longsor. Dan yang paling penting kita tidak bisa sebagai pemerintah daerah mengabaikan ini," ungkap Andriyanto.


Pemerintah daerah dan negara harus hadir, sambung Andriyanto. "Tadi saya berdiskusi dengan camat, BPBD Kabupaten Trenggalek untuk mencari bagaimana solusinya," kata dia. 


Saya masih mencoba untuk mencari beberapa solusi, mudah-mudahan bisa segera teratasi. Bencana longsor ini sering terjadi dan tentunya menunggu bencana itu sesuatu yang tidak pas dan bencana itu perlu dimitigasi dan  dicegah. Saya melihat memang struktur tanah di Kabupaten Trenggalek ini banyak tebing yang potensi untuk longsor," ucapnya. 


Terus juga ada informasi tanaman tegakan Sengon Buto, yang awam melihat itu akarnya tidak sampai kedalam. Kemudian penyerapan airnya juga kurang, serta manfaat kayunya juga tidak bagus. Malah justru katanya akarnya ini naik, tidak masuk ke dalam tanah. Ini menjadi cukup perhatian dan jumlahnya ratusan ribu batang. 


"Saya mencoba untuk nanti mencari perguruan tinggi yang barang kali bisa meneliti keberadaan tumbuhan ini. Saya kira PU Binamarga nasional itu tidak gegabah untuk menanam tanaman ini di areal tegakan, sehingga ini perlu kita kaji."


Untuk berikutnya sementara memang perlu dibuat tebing. Memang tebing itu akan bisa mengatasi bencana longsor di area rawan 1 dengan panjang 1 hingga 2 km. Mungkin nanti akan kita sandingkan ke pusat, karena ini jalan nasional sehingga bisa segera dibangun itu. Karena kalau tidak ini bisa menjadi bom waktu dan larinya bisa ke arah nyawa.


Kejadian tanah longsor di KM 16-18 terjadi pada Senin (14/2) dini hari. Peristiwa itu sempat melumpuhkan jalur nasional yang menghubungkan 2 kabupaten di Jawa Timur itu.


Setelah sempat menimbulkan kemacetan hingga beberapa jam, petugas gabungan yang berjibaku akhirnya bisa menyingkirkan material longsor. (Sar) 



IKLAN



×
Berita Terbaru Update